Review Samsung Galaxy A30: Buka Jalan Layani Segmen Lebih Luas

Review Samsung Galaxy A30: Buka Jalan Layani Segmen Lebih Luas

Menyusul Galaxy M Series yang mengawali debutnya tahun ini, Samsung menghadirkan anggota teranyar dari Galaxy A Series yang telah memiliki kisah lebih panjang semenjak 2014 lalu. Rangkaian Galaxy A Series dilanjutkan dengan kehadiran 4 varian teranyar sekaligus. Keempat varian terbaru Galaxy A Series tersebut ialah Galaxy A50, A30, A20 dan A10.

Kumpulan panjang itumewakili lebarnya bentang segmenharga yang dipenuhi oleh susunan Galaxy A Series ini. Wajar saja, karena salah satu dalil dihadirkannya ponsel-ponsel ini, yaitu untuk memenuhi ruang yang ditinggalkan Galaxy J Series yang sudah dihentikan produksinya.

PULSA juga langsung berpeluang untuk menjajal di antara Galaxy A Series sangat gress ini, tepatnya Galaxy A30. Dan berikut pembahasan PULSA.
Spesifikasi Galaxy A30:

Dimensi & Berat (mm&gram)

Baca Juga: Samsung Banjiri Pasar Ponsel Tanah Air dengan 4 Smartphone Terbarunya

158.5 x 74.7 x 7.7 mm / 165gram

SIM & Jaringan

Baca Juga: Vivo Mitra Official PUBG Mobile Club Open Indonesia 2019
Dual SIM, 4G LTE/HSPA+/3G/2G

Sistem Operasi (OS)

Android9(Pie)+ Samsung One UI 1.1

Supported storage eksternal

microSD up to 512 GB (slot khusus)

Layar inci – Tipe Screen

6.4 inci, ~84.9% screen-to-body ratio, 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~403 ppi density), Super AMOLED, Corning Gorilla Glass 3

Prosesor/ CPU

Exynos 7904 Octa (14 nm); Octa-core (2×1.8 GHz Kryo 260 Gold & 6×1.8 GHz Kryo 260 Silver), GPU Mali-G71 MP2

RAM & Internal Storage

4GBRAM/ 64GBROM

Kamera (MP/fitur)belakang/depan

Belakang: Dual: 16 MP(f/1.7, PDAF) + 5 MP (f/2.2, 12mm, ultrawide), LED flash, panorama, HDR

Video: 1080p@30fps

Depan:16MP (f/2.0) HDR, 1080p@30fps

Baterai jenis (jenis)

4000 mAh(non-removable)

Paket Penjualan: Handset, Charger, Kabel Data USB Type-C, Buku Manual, Sim Ejector

Warna: Blue, Black, White

Harga: Rp 3.399.000 (4/64GB)

Desain
Seperti diketahui, Samsung adalahsatu-satunya vendor yang seolah alergi guna mengadopsi desain layar berponi. Hal itu bertahan paling tidak sampai akhir tahun lalu, ketika Samsung memperkenalkan pilihan desain untuk Infinity Display andalannya. Kala tersebut Samsung mengenalkan desain baru yang dinamakan sebagai infinity-U, infinity-V dan infinity-O.
Setelah mengaplikasikan layar berponi kesatunya pada Galaxy M Series, Samsung juga meneruskan pengadopsian desain berponi pada ponsel ruang belajar menengah bawah, tergolong Galaxy A30 ini. Bedanya Galaxy M20 yang PULSA uji sebelumnya memakai desain infinity-V, sedang ponsel ini dibekali infinity-U yang sejatinya melulu mempunyai perbedaan yang paling minim pada format poni.

Di balik ke sisi belakang, PULSA diingatkan dengan desain kepunyaan Galaxy M20 yang PULSA uji sejumlah waktu lalu. Samsung menempatkan lensa dual kamera sebagai kamera utama ponsel ini di lokasi kiri atas bareng lampu flash, serta pemindai sidik jari yang dibentuk vertikal bareng logo Samsung di lokasi tengah.

Perbedaan terlihat pilihan warna yang dipunyai Galaxy A30. Ponsel ini tampak lebih mewah dikomparasikan Galaxy M20 yang melulu menampilkan warna datar (plain), sedangkan ponsel ini mempunyai sajian warna yang lebih unik dengan efek kilauan dinamis, khususnya pada unit berwarna biru laksana yang PULSA uji. Pemindai sidik jari pada Galaxy A30 terlihat berwarna senada dengan area beda di sisi belakang, dikelilingi dengan aksen logam yang membuatnya gampang dikenali oleh ujung jari telunjuk pemakai.
PULSA pun terkesan dengan alangkah tipisnya ponsel ini kendati membawa beterai berkapasitas tinggi yang menjangkau 4000mAh. Samsung telah membekali ponsel ini dengan konektifitas USB Type-C yang ditaruh di sisi bawah bareng port audio 3.5mm, lubang mic dan grill loudspeaker.

Sedang sisi kanan ditempati oleh pengatur volume suara dan tombol daya. Dan di sisi berseberangan, terdapat tray kartu SIM yang dapat memuat 2 nano SIM bareng sebuah kartu memory microSD.
Infinity-U
Akhir tahun lalu, tepatnya di mula November, Samsung memberitahukan bahwa pihaknya mengembangkan desain layar baru yang dinamakan dengan infinity-U, infinity-V dan infinity-O.

Infinity-Omemulai debutnya pada Galaxy A8s, yang disusul dengan pasangan M20 dan M10 yang membawa Infinity-V. Hingga lantas desain Infinity-U pun muncul pada Galaxy M30 yang dilanjutkan pada ponsel ini dan saudara dekatnya A50.
Meski selisih harga yang dipunyai ponsel ini lumayan dekat dengan Galaxy M20 tetapi di sektor layar terdapat perbedaan yang lumayan signifikan pada ponsel ini, yakni pemakaian panel layar Super AMOLED khas Samsung. Panel layar ini mempunyai karakeristik tampilan warna yang lebih vivid (cerah) serta warna hitam lebih pekat dibanding pada panel IPS. Di samping itu, dengan pemakaian tema dan wallpaper berwarna gelap, pemakai dapat menghemat daya dengan lebih optimal.

Panel Super AMOLED pun memungkinkan ponsel ini guna mempunyai fitur Always On Display (AOD) yang akan memperlihatkan informasi waku dan notifikasi ketika layar terkunci. Menariknya lagi, fitur AOD pada One UI yang dipunyai A30 ini menyerahkan pilihan tampilan jam yang paling beragam. Setidaknya terdapat 16 jenis tampilan jam guna fitur AOD secara default. Pengguna bahkan dapat mengunduh opsi tampilan AOD lainnya dari Galaxy Themes. Tersedia ratusan opsi mulai dari yang cuma-cuma hingga yang berbayar.

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Melanjutkan tujuan seri P Huawei sebelumnya, P30 Pro muncul dengan tetap menjaga superioritas pada kamera, serta desain ala flagship yang tetap mempesona. Setelah diperkenalkan secara resmi melewati sebuah acara yang dilangsungkan di Paris Perancis 26 Maret lalu, Huawei P30 Pro akan dipasarkan resmi dengan membuka pre-order tanggal 12 April mendatang di Tanah air.

Tak butuh lama, PULSA mendapatkan peluang menjajal satu varian yang akan diluncurkan di Indonesia. Yakni Huawei P30 Pro dengan konfigurasi Internal 256 GB dan RAM 8 GB. Memiliki warna back cover “siang” yang adalahperpaduan biru muda, biru tua dan putih, diandalkan akan mendampingi satu opsi warna lain yaitu Aurora (warna “malam”). Sementara, guna yang Amber Sunrise (warna pagi), PULSA belum mendapat kepastian apakah pun akan diluncurkan di Indonesia.
Tampil Elegan dan Cenderung Licin

Membawa bentangan layar 6,47 inci, kita mungkin beranggapan bahwa produk ini bakal terasa besar di genggaman. Tapi nyatanya tersebut salah. Karena rasio 19.5:9, maka semua bagian permukaan ponsel ialah layar. Kecuali unsur kamera di bentukan cucuran embun di unsur atas. Alhasil ponsel ini terasa layaknya ponsel biasa.
Satu urusan yang barangkali akan dikeluhkan pemakai baru Huawei ialah jarak mengarah ke ujung atas layar agak jauh dan sulit dicapai dalam pemakaian satu jari. Ini ialah masalah umum perlengkapan Android dengan layar penuh. Beruntung terdapat one hand mode di EMUI yang akan meminimalisir masalah ini. Atau Anda dapat gunakan dua tangan supaya bisa lebih nyaman.
Karena bagaimanapun, backcover ponsel ini terasa tidak banyak licin. Memegangnya dengan dua tangan bakal terasa lebih aman. Atau pakai casing ekstra yang tidak meminimalisir pesona warna gradasinya.

Dengan memakai layar sarat dan mengurangi desain poni dew drop, sejumlah fitur sengaja ditaruh di balik layar. Teknologinya ada, dan dapat bekerja, kenpa tidak? Teknologi tersebut antara lain, sensor sidik jari. Diletakkan di balik layar di sepertiga unsur bawah. Teknologi ini telah diimplementasikan di Huawei Mate 20 Pro.
Dengan empiris di Mate 20 Pro, maka kami sudah meyakinkan bahwa kinerja sensor sidik jari di P30 Pro lebih baik sejumlah persen ketimbang di Mate 20 Pro.
Berikutnya ialah speaker earpiece. Beberapa produk menyematkannya di unsur atas lensa kamera. Namun di P30 Pro, earpiece dihilangkan. Membenamkan speaker di bawah layar, suara bakal dirambatkan melewati layar. Huawei menyebutnya sebagai Huawei Acoustic Display Technology.

Performanya oke. Suara tidak tersiar terlalu keras, sehingga percakapan akan tetap menjadi privasi Anda, dan lawan bicara.

Layar OLED dan EMUI Kekinian

Beralih lebih konsentrasi ke unsur display. Ponsel ini membawa layar jenis OLED dengan resolusi 1080 x 2340 pixel. Lebih kecil dari Mate 20 Pro, tetapi memungkinkan dua teknologi under display Huawei berlangsung dengan baik.

Meski tercatat memakai resolusi yang lebih kecil, fitur-fitur OLED yang diangkut Mate 20 Pro kembali muncul di ponsel ini. Sebut saja teknologi HDR10 untuk menyaksikan konten dengan lebih baik dan teknologi warna yang sudah memakai DCI-P3. Memungkinkan lebih tidak sedikit variasi warna yang dikenali oleh mata pemakainya.

Soal keterampilan OLED lain, yang barangkali Anda telah ketahui sebelumnya, seperti tingkat hitam yang tinggi serta efektivitas pemakaian daya yang lebih oke, pasti berlaku pun pada layar P30 Pro ini.

Jenis layar laksana ini pun memungkinkan Huawei P30 Pro menghilangkan bezel di sisi kanan dan kiri, walau layar tidak diciptakan sampai meluber ke unsur tepi alias ala-ala layar edge di produk pesaing. Pada awal-awal pemakaian, layar unsur tepi ini terasa gampang mengidentifikasi sentuhan yang tidak disengaja. Semisal ketika memegangnya dengan satu tangan. Tapi seiring berjalannya masa-masa pemakaian, anda akan tahu titik aman, nan optimal untuk meminimalisir masalah ini.

EMUI 9.1 berbasis Android 9 (Android Pie) yang dipakai juga sudah meluangkan opsi untuk meminimalisir salah identifikasi sentuhan, melewati pilihan Mistouch prevention. Ditambah sebanyak pilihan one hand mode, akan menambah kenyamanan saat memakai ponsel ini.
Menggunakan sistem navigasi apapun, apakah tersebut menggunakan Navigation Dock, Three key maupun Gestures, menjelajahi fitur dan software di ponsel ini relatif nyaman. Meskipun untuk sebagian orang tampilan EMUI dirasakan sedikit kaku.

Chipset 7nm

Saat Mate 20 Pro diperkenalkan, Kirin 980 adalahpemain solo di kelompok chipset 7nm. Sekarang pesaingnya sudah lumayan banyak. Tapi kehadirannya yang lebih mula menjadi handicap Hi-Silicon untuk membetulkan kinerjanya di produk terbaru.

Hal yang sangat dirasa ialah berkurangnya suhu pada ketika ponsel bekerja keras. Semisal bermain PUBG atau game-game beda dengan grafis yang demanding. Bagian back cover tidak terasa hangat, melulu sedikit penambahan suhu yang normal, namun masih di bawah suhu yang dilepas oleh Mate 20 Pro. Teknologi pengasingan panas yang lebih rapi ini dinamakan sebagai Huawei SuperCool.

Namun saat diukur melewati aplikasi-aplikasi benchmarking laksana biasa, angkanya masih tidak banyak di bawah Huawei Mate 20 Pro.

Tapi tidak boleh khawatir. Aman rasanya bilamana PULSA menyinggung bahwa kinerja P30 Pro dengan Mate 20 Pro serupa antara satu dengan yang lain. Nah soal mengapanya, apakah sebab pemakaian peredam panas yang lebih baik di P30 Pro, atau memang fokus Huawei yang lebih condong ke sisi imaging (kamera dan display) di P30 Pro? Kami hanya dapat menebak saja.

Intinya, kinerja chipset P30 Pro adalahstandar ruang belajar flagship. Ia mempunyai efisiensi untuk pemakaian daya yang lebih irit secara signifikan, kinerja yang mumpuni, keterampilan AI yang lebih baik dengan dual NPU nya dan sokongan terhadap kecepatan koneksi yang lebih up to date. Perlu dikenang bahwa di produk P30 Pro ini pun telah membawa sistem kamera yang baru. Hal ini tentu memerlukan penyesuaian di sisi prosesing dan efisiensi.

Menariknya, produk P30 Pro yang kami review, pun adalahproduk yang akan dirilissecara sah di Indonesia, sudah diperkuat oleh RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Sebuah angka yang menjanjikan. Karena di atas kertas, kombinasi chipset dengan sokongan memori laksana ini akan mempermudah kehidupan berponsel kita.

Itu juga belum anda masukkan update aplikasi GPU Turbo yang secara pre-install sudah muncul untuk menambah pengalaman pemakai dalam bermain game.

Perubahan-Perubahan di Sisi Kamera

Nah unsur kamera ini yang sangat seru guna dikupas. Seperti yang sudah kita ketahui, semenjak P9, Huawei berkolaborasi dengan pabrikan kamera Leica dalam mengembangkan sensor dan algoritma pemungutan gambarnya. Dan masing-masing produk baru pasti membawa peningkatan fitur, tak terkecuali di Huawei P30 Pro ini.

Perubahan kesatu, yang terlihat ialah hadirnya 4 kamera di unsur belakang, 3 tersusun memanjang dari atas ke bawah, dan satu lagi ditaruh di bawah flash. Satu kamera yang menduduki titik sangat atas adalahkamera 20MP ultrawide angle (16 mm) f2.2. Sementara di bawahnya terdapat 40MP wideangle lens (27mm) f1.6.

Sedangkan dua kamera lain, yaitu yang sangat bawah di kumpulan yang tersusun memanjang ini, ialah kamera baru yang memakai teknologi periskop. Desain laksana ini telah diperkenalkan kesatu kali semenjak MWC 2017 kemudian oleh vendor pesaing. Sebagai penyelesaian untuk menemukan gambar yang solid menggunakan sejumlah tumpuk lensa yang tersusun menyamping, sampai-sampai tidak menciptakan ponsel jadi tampak gendut. Lalu untuk menciduk gambar sampai sampai ke sensor melewati tumpukan lensa tersebut, maka mereka memakai kaca prisma yang bakal membelokkan cahaya ke arah samping, dimana tumpukan lensa dan sensor berada.

Dengan semakin tidak sedikit lensa yang tercebur dalam pemungutan gambar melewati kamera ini, maka saya dan anda bisa melakukan perbesaran gambar yang setara dengan perbesaran optical. Dimana kualitas potret dapat dijaga meski merasakan perbesaran. Dalam urusan ini Huawei P30 Pro dapat menangkap gambar dengan perbesaran 5X secara optical, 10X hybrid dan sampai 50 X secara digital.
Lalu yang terakhir terdapat kamera ToF Depth sensing, singkatan dari Time of Flight. Merupakan sensor kamera untuk memisahkan jarak antara obyek utama dengan latar belakang. Secara teori, potret portrait yang dapat dihasilkan oleh ponsel ini akan menunjukkan gambar bokeh yang lebih halus tanpa tampak artifisial.

Percobaan yang kami lakukan lumayan untuk menjelaskan makna penting hadirnya kamera ini dalam menambah kualiatas potret portrait di Huawei seri P.

Lalu masih di urusan pemungutan gambar, secara spesifikasi kamera P30 Pro telah bisa tidak sedikit bicara soal kemampuannya menciduk cahaya. Bukaan kamera utamanya ialah f/1.6. Tapi tersebut saja belum cukup, Huawei P30 Pro pun adalahproduk kesatu Huawei yang memakai sensor RYYB (red yellow yellow blue) menggantikan sensor RGGB (red green green blue).
Mengganti filter berwarna hijau dengan kuning, bakal meningkatkan keterampilan sensor dalam menciduk lebih tidak sedikit warna hijau dan merah ke dalam spektrum warna yang terlihat. Ini akan menambah kapasitas cahya yang masuk, sampai 40 % lebih banyak.

Kamera Huawei P30 Pro sekarang mempunyai ISO yang besar, yaitu 409.600 (empat ratus sembilan ribu enam ratus).

Di sisi perekam video, ponsel ini sudah dapat merekam video dalam resolusi 4K UHD, FHD+ (19.5:9), FHD 60 fps (16:9), FHD, FHD+ (21:9 cinematic), HD+ (21:9 cinematic) dan HD 720p (16:9). Lengkap! kita tak butuh khawatir saat menggunakannya sbeagai perangkat untuk mengerjakan VLOG-ing.

Baterai

Demi mengawal kinerjanya sepanjang hari, P30 Pro sudah dilengkapi baterai berkapasitas tinggi, 4200 mAh yang menyokong Huawei Super Charging, sampai-sampai mengisinya pulang penuh tidak lagi jadi masalah. Perlu disalin bahwa teknologi Super charge ini bertolak belakang dengan teknologi pengisian cepat ponsel lain, sampai-sampai adapternya juga harus disesuaikan. Alias mesti memakai adapter bawaan yang kompatibel.

Ponsel ini pun mendukung pengisian daya secara nirkabel, alias wireless. Tapi anda harus melakukan pembelian charger wirelessnya secara terpisah guna merasakan keterampilan ini. Nah, yang menarik, keterampilan wireless charging ini mempunyai sifat reverse atau terbalik.

Artinya, P30 Pro juga dapat digunakan untuk memenuhi daya perlengkapan lain yang menyokong proses pengisian daya tanpa kabel laksana ini (Qi).

Kesimpulan

Pengguna Huawei seri P lawas yang hendak mengupdate perangkatnya barangkali akan paling galau menyaksikan teknologi-teknologi yang diangkut oleh P30 Pro. Tidak melulu menyediakan satu anak tangga, produk ini pun membawa sebanyak perbaikan yang lumayan signifikan di ruang belajar flagship.

Soal kamera, ponsel ini telah terbukti rapi dengan menemukan nilai DXOMark yang sangat tinggi untuk ketika ini. Demikian pun menurut tes kami di Tabloid PULSA. Curi start dengan membawa teknologi periskop menjadi poin urgen yang menciptakan kami kepingin cepat-cepat mereview. Hasilnya tidak mengecewakan, khususnya di perbesaran secara optik

Inilah Skor Smartphone Oppo Reno Varian Snapdragon 710 Ketika Muncul di Antutu Benchmark

Inilah Skor Smartphone Oppo Reno Varian Snapdragon 710 Ketika Muncul di Antutu Benchmark

Inilah Skor Smartphone Oppo Reno Varian Snapdragon 710 Ketika Muncul di Antutu Benchmark – Sebelumnya, kami telah mengadukan tentang Oppo Reno yang hadir di badan regulasi perlengkapan telekomunikasi China, TENAA yang menyerahkan informasi mengenai spesifikasi serta potret dari perlengkapan tersebut. Kini, smartphone yang sama telah hadir di database AnTuTu Benchmark yang menguatkan spesifikasi utamanya.

Dua model Oppo Reno dengan nomor model PCAM00 dan PCAT00 tercatat di TENAA, dan di luar itu, Reno model PCAM00 telah melalui pengujian di AnTuTu Benchmark dengan meraih skor 166.935. Di samping itu, spesifikasi yang hadir di database AnTuTu ini pun sama dengan yang di susunan TENAA.

Smartphone ini dikonfirmasi bakal datang dengan chipset Qualcomm Snapdragon 710 yang dipadukan dengan 6GB RAM dan 256GB penyimpanan internal. Sedangkan guna sistem operasi yang dijalankan ialah Android Pie.

Resolusi layar 2340 x 1080 piksel pun dikonfirmasi oleh AnTuTu, yang berarti semuanya sama dengan yang terdapat di susunan TENAA. Akan terdapat varian beda dari oppo Reno yang bakal datang dengan spesifikasi lebih unggul dari varian Snapdragon 710. Smartphone yang lebih tinggi tersebut akan mengangkat spesifikasi utama laksana chipset Qualcomm Snapdragon 855, triple-kamera belakang, dan baterai 4.065 mAh dengan pengisian cepat 50W. Bagi varian SD855 ini bisa jadi akan diberi ekstra nama “Pro” dan guna varian SD710 mempunyai nama “Lite” di belakangnya.

Gambar dan Spesifikasi Oppo Reno Kini Telah Muncul di Tenaa

Oppo bersiap untuk mengenalkan seri smartphone Reno teranyar milik mereka pada tanggal 10 April mendatang, dan ketika hari tersebut semakin dekat, bocoran tentang smartphone ini semakin tidak sedikit bermunculan. Sebelumnya sempat hadir bocoran desain Oppo Reno, dan kali ini smartphone itu telah hadir di TENAA dengan mengungkapkan spesifikasi dan gambar.

Oppo Reno sudah terdaftar di TENAA dengan nomor model PCAM00 dan PCAT00. Ini ialah varian Snapdragon 710, namun akan terdapat model Snapdragon 855 juga. Oppo Reno sendiri bakal datang dalam sekian banyak konfigurasi memori, yakni tergolong 6GB RAM + 128GB penyimpanan, 6GB RAM + 256GB penyimpanan, dan 8GB RAM + 256GB penyimpanan.

Smartphone ini mempunyai layar berjenis AMOLED seluas 6,4 inci yang mempunyai resolusi 2340 x 1080 piksel dan menyokong sensor fingerprint di dalam layar. Kumpulan TENAA pun menampilkan gambar dari smartphone yang cocok dengan bocoran sebelumnya. Karena yang hadir di TENAA kali ini ialah varian SD710, jadi setup kamera belakang yang diusung ialah dual-kamera.

Setup dual-kamera Oppo Reno ialah sensor 48MP+5MP, sementara untuk selfie ada kamera beresolusi 16MP di unsur depan. Sistem operasi yang dijalankan smartphone ini ialah Android Pie dan mempunyai baterai sebesar 3.680 mAh. Sementara Oppo Reno varian Snapdragon 855 tentunya bakal datang dengan spesifikasi yang lebih unggul dibanding varian SD710 ini.

Varian yang lebih tinggi tersebut mungkin akan mengangkat setup triple-kamera belakang yang menyokong zoom sampai 10X, liquid cooler, dan baterai besar yang didukung dengan pengisian cepat 50W. Varian berkemampuan 5G dari Reno pun diharapkan bareng dengan Edisi Lamborghini yang mempunyai RAM 12GB, penyimpanan 512GB UFS 3.0, dan baterai 5.000 mAh.

Design Oppo Reno Telah Hadir Tetapi Tidak Terlihat Kamera Berkemampuan 10x Optical Zoom

Design Oppo Reno Telah Hadir Tetapi Tidak Terlihat Kamera Berkemampuan 10x Optical Zoom

Sebelumnya, VP Oppo Brian Shen sempat mengunggah teaser smartphone dengan keterampilan 10x zoom, dan sangkaan saat ini smartphone itu akan menjadi Oppo Reno. Namun baru-baru ini render sah dari smartphone itu telah hadir di di antara toko online di China. Seperti yang dapat Anda lihat, tidak tampak adanya setup triple-kamera pada smartphone tersebut.

Di unsur depan, smartphone ini mengangkat display tak berponi dan guna bagian belakang ada setup dual-kamera. Varian warna yang tersedia pun terlihat mewah, dengan sejumlah elemen desain yang unik. Oppo Reno sudah dijamin datang dalam warna Ungu, Merah Muda, Hijau, dan Hitam, namun ini ialah kesatu kalinya kita menyaksikan seperti apa penampilan mereka (tampaknya render sebelumnya hanyalah suatu mockup).

Kita bisa melihat melulu dua lensa di unsur belakang, di mana sensor utama bisa jadi 48 MP, dan yang lain dapat dengan sensor ultra-wide atau sensor kedalaman. Bezel di unsur atas dan bawah terlihat lumayan tipis dan tidak banyak melengkung di sisi layar. Jenis panel layar bisa jadi AMOLED 2.5D dengan teknologi pemindai sidik jari di bawahnya. Bagi kamera selfie akan memakai motor penggerak yang bakal muncul saat membuka software kamera, dan berikut yang menciptakan smartphone ini tidak membutuhkan notch guna kamera depan.

Smartphone Oppo Mendapatkan Paten Design Slider dan Dual Kamera Selfie

Tak melulu perusahaan besar laksana Samsung dan Apple saja yang berlomba-lomba mengikutsertakan paten teknologi, sejumlah perusahaan lain pun berlomba-lomba mengikutsertakan paten mereka. Salah satunya Oppo, di mana perusahaan asal China ini baru saja mendapatkan sejumlah paten.

Tahun kemudian Oppo mengenalkan smartphone Oppo Find X yang mempunyai desain slider yang pun membuat sejumlah produsen smartphone beda mengikutinya. Kini, Oppo sudah resmi menemukan paten guna smartphone desain slider lain, namun yang ini agak bertolak belakang dari Find X.

Oppo Find X datang dengan total tiga kamera, dua di belakang dan satu di depan, yang semuanya tersembunyi di dalam smartphone dan diakses melewati slider. Namun, sketsa smartphone slider Oppo bisa jadi berikutnya mengindikasikan bahwa setup dual-kamera belakang bakal ditempatkan di unsur belakang smartphone di sudut kiri, tidak jarang kali terbuka.

Hanya dua kamera depan yang bakal disembunyikan di belakang layar. Gambar-gambar ini tidak mengindikasikan adanya pemindai sidik jari, yang berarti smartphone ini akan muncul dengan teknologi under-display fingerprint atau melulu akan mengandalkan penguncian wajah laksana Find X. Atau, sebab tidak berhubungan langsung dengan paten, mereka tidak merealisasikan desain yang sama serupa dengan gambar yang sudah bocor tersebut. Tentunya kita bercita-cita Oppo bakal segera menciptakan perangkat dengan desain itu dalam masa-masa dekat.

Bocoran Wujud Samsung Galaxy Watch Generasi Berikutnya

Bocoran Wujud Samsung Galaxy Watch Generasi Berikutnya

Bocoran Wujud Samsung Galaxy Watch Generasi Berikutnya – Beberapa minggu kemudian sempat beredar kabar yang mengatakan andai Samsung tengah menggarap smartwatch baru dengan kode nama “Pulse”. Jam tangan pintar tersebut diinginkan akan menjadi penerus dari Gear Sport dan bisa jadi akan dikenalkan dengan membawa nama Galaxy Sport menilik Samsung tengah mengalihkan brand smartwatch kepunyaan mereka ke brand Galaxy. Baru-baru ini muncul sejumlah render yang dianggap sebagai Galaxy Watch.

Render tersebut diberikan oleh tipster Twitter @onleaks yang mengklaim terdapat menurut data pabrik. Samsung Gear Sport datang mengemas tampilan layar seluas 1,2 inci dan dari render, penerus yang diberi kode “Pulse” pun akan memperlihatkan ukuran yang sama. Perangkat disebutkan datang dalam warna hitam, hijau, silver dan rose gold. Tampilannya serupa dengan desain smartwatch Samsung sebelumnya namun ada satu perbedaan yang jelas. Perbedaan tersebut ialah tidak adanya bezel bergalur atau bergigi laksana halnya dengan model sebelumnya. Bezel pada Galaxy Sport terlihat halus tetapi tidak berarti tidak bisa diputar laksana generasi sebelumnya.

Bocoran sebelumnya sudah mengisyaratkan bahwa smartwatch Galaxy Sport akan menjaga Tizen OS dan datang dengan RAM 4GB. Karena tersebut akan menjadi penerus Gear Sport, fitur utamanya akan berhubungan kebugaran. Smartwatch ini juga diinginkan datang dengan Bixby serta sokongan untuk Bixby Reminder. Hal ini berarti bahwa pengumuman Bixby pada smartphone yang terhubung dengannya pun akan hadir di smartwatch. Fitur ini memang tidak terdapat di Galaxy Watch namun dapat mendarat dengan pembaruan firmware nanti. Samsung belum mengungkapkan detail berhubungan peluncuran smartwatch baru dalam masa-masa dekat namun ada bisa jadi perangkat wearable baru tersebut akan dipamerkan bareng Galaxy S10 bulan depan.

Samsung Galaxy Watch Activs Akan Tampi Antarmuka One UI

Samsung Galaxy Watch Activs Akan Tampi Antarmuka One UI

Samsung Galaxy Watch Activs Akan Tampi Antarmuka One UI – Meski belum diumumkan, namun sekarang bocoran render Samsung Galaxy Watch Active dengan kualitas gambar yang baik telah hadir dan mengkonfirmasi dua hal. Smartwatch ini bakal menjalankan One UI teranyar milik Samsung dan tidak bakal mempunyai bezel yang berputar laksana smartwatch generasi sebelumnya.

Wajar saja andai Samsung menghadirkan tampilan antarmuka teranyar miliknya ke Tizen dan pun Android sebab tampilannya terlihat masing-masing bit-nya fresh dan bersih laksana yang bisa Anda bayangkan. Karena Samsung tidak memakai bezel yang berputar lagi, kelihatannya One UI bakal dioperasikan sepenuhnya melewati gesekan dan dengan memakai dua tombol di sisi Galaxy Watch Active.

Semua gambar dan tampilan smartwatch ini mempunyai latar belakang yang berpengaruh gelap, yang tidak melulu memberikan tampilan mewah untuk UI tetapi pun meningkatkan daya tahan baterai, menilik jenis layar AMOLED lebih hemat jika memperlihatkan warna hitam.

Sepertinya Galaxy Watch Active bakal berfokus pada pelacakan kegiatan dengan sebanyak tampilan jam yang mengedepankan kegiatan sehari-hari pemakai. Galaxy Watch Active baru ini disebutkan dapat secara otomatis mengenali lebih tidak sedikit jenis kegiatan dan melacaknya tanpa Anda butuh menginisialisasi latihan. Galaxy Watch Active bakal mempunyai fitur pelacakan detak jantung berkelanjutan yang andai diaktifkan, bakal memberi tahu pemakai segala kelainan dengan detak jantung mereka.

Untuk spesifikasinya, Samsung Galaxy Watch Active akan mengangkat layar AMOLED seluas 1,1 inci dengan resolusi 360×360 piksel. Sementara guna dapur pacunya mengandalkan chipset produksi Samsung, yaitu Exynos 9110 dual-core yang dipadukan dengan 768 RAM dan penyimpanan internal sebesar 4GB. Bagi konektivitasnya ada Wi-Fi, Bluetooth 4.2, GPS, dan NFC.

Smartwatch ini dibekali dengan baterai sebesar 236mAh dan menjalankan sistem operasi Tizen 4.0.0.3, di mana OS ini dikembangkan oleh Samsung sendiri. Selain tersebut Galaxy Watch Active pun dapat disuruh berenang sebab dapat menyelam sampai 50 meter di bawah permukaan air. Samsung diduga akan memamerkan Galaxy Watch Active bareng Galaxy S10, S10 + dan S10e pada acara Unpacked yang akan dilangsungkan tanggal 20 Februari mendatang.