Tag: hp terbaru

Semakin Laris, Huawei Hadirkan High-end Experience Shop

Semakin Laris, Huawei Hadirkan High-end Experience Shop

Huawei meresmikan kehadiran toko premium kesatunya di Indonesia yang disebut dengan Huawei High-end Experience Shop (12/4/19). Berlokasi di lantai 3 Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Huawei High-end Experience Shop diciptakan dengan paling nyaman berkonsep pusat perbelanjaan smartphone yang canggih dan premium.

“Mengenai keseriusan dan komitmen kami terhadap pasar Indonesia, Huawei bermitra dengan Erafone untuk meluangkan lingkungan melakukan pembelian barang yang baik untuk konsumen,” ucap Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Device Indonesia. “Ini ialah kesatu kalinya kami menghadirkan High-end Experience shop di Indonesia. Melalui toko High-end ini, kami yakin pemakai dan calon pemakai ponsel pintar Huawei akan menikmati pengalaman serta layanan penjualan terbaik,” imbuh Khing Seng.

Sementara Hasan Aula, Chief Executive Officer (CEO) Erajaya Group menyatakan, “Kami bangga bisa menjadi strategic mitra Huawei guna mengelola high-end experience shop kesatu Huawei di Indonesia. Erajaya yakin, dengan empiris panjang kami di bisnis retail, kami dapat memberikan konstribusi untuk menambah penjualan produk-produk Huawei di tingkat retail. Perpaduan antara kelebihan produk dan teknologi Huawei dengan kompetensi Erajaya Group dalam industri retail akan menyerahkan pengalaman terbaik untuk Konsumen Huawei di Indonesia. Kami bercita-cita ini ialah awal kerjasama yang baik untuk dinaikkan lagi di masa yang bakal datang.”
Sebagai tanda terima kasih atas sokongan masyarakat yang sudah menerima produk smartphone unggulan dari Huawei di Indonesia, kami menyerahkan promosi khusus untuk mereka yang melakukan pembelian barang High-end Experience Shop pada periode 12-14 April 2019. Promosinya berupa cashback dan hadiah menarik.

Bagi pembeli HUAWEI Mate 20 Pro yang dibanderol Rp11.999.000, bakal mendapatkan cashback Rp500.000 dan wireless charger plus leather casing. Berbelanja HUAWEI nova 3i yang dibanderol Rp3.499.000 bakal mendapatkan cashback Rp200.000 dan Huawei earphone. Berbelanja HUAWEI Y7 Pro 2019 (4+64) ekuivalen Rp2.799.000 bakal mendapatkan cashback Rp200.000 dan SD card 16 GB, HUAWEI Y7 Pro 2019 (3+32) ekuivalen Rp1.999.000 bakal mendapatkan SD card 16 GB. Huawei pun mengadakan flash sale unik berupa powerbank Huawei berkapasitas 6.700 mAh seharga melulu Rp9.900 saja.
Untuk merayakan toko High-end Experience Shop ini kesatu yang dimulai hari ini, masih terdapat satu lagi kabar baik. Jika Anda mengerjakan pre-order Huawei P30 dan P30 Pro di toko Huawei High-end Experience Shop pada 12-19 April, atau mengerjakan pre-order pada roadshow sekitar 16-19 April di Mal Taman Anggrek, Anda bakal tetap mendpat peluang untuk menemukan Huawei Watch GT ekuivalen Rp2.499.000. Penawaran ini diberi batas hanya guna 180 orang kesatu yang datang pada peluncuran smartphone Huawei P30 Series di mal Taman Anggrek Jakarta. Setiap pembeli dapat melakukan pemesanan mula (pre-order) lebih dari satu smartphone. Namaun melulu berhak guna mendapatkan satu unit Huawei watch GT saja.

“Kami mengundang konsumen yang mengerjakan pre-order di Huawei High-end Experience Shop dan Huawei Roadshow guna menghadiri peluncuran produk dan penjualan kami di Mall Taman Angrek pada 20 April pukul 12.00 WIB. Penjualan resmi dibuka tepat sesudah peluncuran produk selama pukul 13.00 WIB, sampai-sampai Huawei Watch GT bakal ditawarkan untuk 180 pelanggan kesatu yang datang untuk memungut smartphone-nya dalam acara peluncuran tersebut,” jelas Lo Khing Seng.

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Melanjutkan tujuan seri P Huawei sebelumnya, P30 Pro muncul dengan tetap menjaga superioritas pada kamera, serta desain ala flagship yang tetap mempesona. Setelah diperkenalkan secara resmi melewati sebuah acara yang dilangsungkan di Paris Perancis 26 Maret lalu, Huawei P30 Pro akan dipasarkan resmi dengan membuka pre-order tanggal 12 April mendatang di Tanah air.

Tak butuh lama, PULSA mendapatkan peluang menjajal satu varian yang akan diluncurkan di Indonesia. Yakni Huawei P30 Pro dengan konfigurasi Internal 256 GB dan RAM 8 GB. Memiliki warna back cover “siang” yang adalahperpaduan biru muda, biru tua dan putih, diandalkan akan mendampingi satu opsi warna lain yaitu Aurora (warna “malam”). Sementara, guna yang Amber Sunrise (warna pagi), PULSA belum mendapat kepastian apakah pun akan diluncurkan di Indonesia.
Tampil Elegan dan Cenderung Licin

Membawa bentangan layar 6,47 inci, kita mungkin beranggapan bahwa produk ini bakal terasa besar di genggaman. Tapi nyatanya tersebut salah. Karena rasio 19.5:9, maka semua bagian permukaan ponsel ialah layar. Kecuali unsur kamera di bentukan cucuran embun di unsur atas. Alhasil ponsel ini terasa layaknya ponsel biasa.
Satu urusan yang barangkali akan dikeluhkan pemakai baru Huawei ialah jarak mengarah ke ujung atas layar agak jauh dan sulit dicapai dalam pemakaian satu jari. Ini ialah masalah umum perlengkapan Android dengan layar penuh. Beruntung terdapat one hand mode di EMUI yang akan meminimalisir masalah ini. Atau Anda dapat gunakan dua tangan supaya bisa lebih nyaman.
Karena bagaimanapun, backcover ponsel ini terasa tidak banyak licin. Memegangnya dengan dua tangan bakal terasa lebih aman. Atau pakai casing ekstra yang tidak meminimalisir pesona warna gradasinya.

Dengan memakai layar sarat dan mengurangi desain poni dew drop, sejumlah fitur sengaja ditaruh di balik layar. Teknologinya ada, dan dapat bekerja, kenpa tidak? Teknologi tersebut antara lain, sensor sidik jari. Diletakkan di balik layar di sepertiga unsur bawah. Teknologi ini telah diimplementasikan di Huawei Mate 20 Pro.
Dengan empiris di Mate 20 Pro, maka kami sudah meyakinkan bahwa kinerja sensor sidik jari di P30 Pro lebih baik sejumlah persen ketimbang di Mate 20 Pro.
Berikutnya ialah speaker earpiece. Beberapa produk menyematkannya di unsur atas lensa kamera. Namun di P30 Pro, earpiece dihilangkan. Membenamkan speaker di bawah layar, suara bakal dirambatkan melewati layar. Huawei menyebutnya sebagai Huawei Acoustic Display Technology.

Performanya oke. Suara tidak tersiar terlalu keras, sehingga percakapan akan tetap menjadi privasi Anda, dan lawan bicara.

Layar OLED dan EMUI Kekinian

Beralih lebih konsentrasi ke unsur display. Ponsel ini membawa layar jenis OLED dengan resolusi 1080 x 2340 pixel. Lebih kecil dari Mate 20 Pro, tetapi memungkinkan dua teknologi under display Huawei berlangsung dengan baik.

Meski tercatat memakai resolusi yang lebih kecil, fitur-fitur OLED yang diangkut Mate 20 Pro kembali muncul di ponsel ini. Sebut saja teknologi HDR10 untuk menyaksikan konten dengan lebih baik dan teknologi warna yang sudah memakai DCI-P3. Memungkinkan lebih tidak sedikit variasi warna yang dikenali oleh mata pemakainya.

Soal keterampilan OLED lain, yang barangkali Anda telah ketahui sebelumnya, seperti tingkat hitam yang tinggi serta efektivitas pemakaian daya yang lebih oke, pasti berlaku pun pada layar P30 Pro ini.

Jenis layar laksana ini pun memungkinkan Huawei P30 Pro menghilangkan bezel di sisi kanan dan kiri, walau layar tidak diciptakan sampai meluber ke unsur tepi alias ala-ala layar edge di produk pesaing. Pada awal-awal pemakaian, layar unsur tepi ini terasa gampang mengidentifikasi sentuhan yang tidak disengaja. Semisal ketika memegangnya dengan satu tangan. Tapi seiring berjalannya masa-masa pemakaian, anda akan tahu titik aman, nan optimal untuk meminimalisir masalah ini.

EMUI 9.1 berbasis Android 9 (Android Pie) yang dipakai juga sudah meluangkan opsi untuk meminimalisir salah identifikasi sentuhan, melewati pilihan Mistouch prevention. Ditambah sebanyak pilihan one hand mode, akan menambah kenyamanan saat memakai ponsel ini.
Menggunakan sistem navigasi apapun, apakah tersebut menggunakan Navigation Dock, Three key maupun Gestures, menjelajahi fitur dan software di ponsel ini relatif nyaman. Meskipun untuk sebagian orang tampilan EMUI dirasakan sedikit kaku.

Chipset 7nm

Saat Mate 20 Pro diperkenalkan, Kirin 980 adalahpemain solo di kelompok chipset 7nm. Sekarang pesaingnya sudah lumayan banyak. Tapi kehadirannya yang lebih mula menjadi handicap Hi-Silicon untuk membetulkan kinerjanya di produk terbaru.

Hal yang sangat dirasa ialah berkurangnya suhu pada ketika ponsel bekerja keras. Semisal bermain PUBG atau game-game beda dengan grafis yang demanding. Bagian back cover tidak terasa hangat, melulu sedikit penambahan suhu yang normal, namun masih di bawah suhu yang dilepas oleh Mate 20 Pro. Teknologi pengasingan panas yang lebih rapi ini dinamakan sebagai Huawei SuperCool.

Namun saat diukur melewati aplikasi-aplikasi benchmarking laksana biasa, angkanya masih tidak banyak di bawah Huawei Mate 20 Pro.

Tapi tidak boleh khawatir. Aman rasanya bilamana PULSA menyinggung bahwa kinerja P30 Pro dengan Mate 20 Pro serupa antara satu dengan yang lain. Nah soal mengapanya, apakah sebab pemakaian peredam panas yang lebih baik di P30 Pro, atau memang fokus Huawei yang lebih condong ke sisi imaging (kamera dan display) di P30 Pro? Kami hanya dapat menebak saja.

Intinya, kinerja chipset P30 Pro adalahstandar ruang belajar flagship. Ia mempunyai efisiensi untuk pemakaian daya yang lebih irit secara signifikan, kinerja yang mumpuni, keterampilan AI yang lebih baik dengan dual NPU nya dan sokongan terhadap kecepatan koneksi yang lebih up to date. Perlu dikenang bahwa di produk P30 Pro ini pun telah membawa sistem kamera yang baru. Hal ini tentu memerlukan penyesuaian di sisi prosesing dan efisiensi.

Menariknya, produk P30 Pro yang kami review, pun adalahproduk yang akan dirilissecara sah di Indonesia, sudah diperkuat oleh RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Sebuah angka yang menjanjikan. Karena di atas kertas, kombinasi chipset dengan sokongan memori laksana ini akan mempermudah kehidupan berponsel kita.

Itu juga belum anda masukkan update aplikasi GPU Turbo yang secara pre-install sudah muncul untuk menambah pengalaman pemakai dalam bermain game.

Perubahan-Perubahan di Sisi Kamera

Nah unsur kamera ini yang sangat seru guna dikupas. Seperti yang sudah kita ketahui, semenjak P9, Huawei berkolaborasi dengan pabrikan kamera Leica dalam mengembangkan sensor dan algoritma pemungutan gambarnya. Dan masing-masing produk baru pasti membawa peningkatan fitur, tak terkecuali di Huawei P30 Pro ini.

Perubahan kesatu, yang terlihat ialah hadirnya 4 kamera di unsur belakang, 3 tersusun memanjang dari atas ke bawah, dan satu lagi ditaruh di bawah flash. Satu kamera yang menduduki titik sangat atas adalahkamera 20MP ultrawide angle (16 mm) f2.2. Sementara di bawahnya terdapat 40MP wideangle lens (27mm) f1.6.

Sedangkan dua kamera lain, yaitu yang sangat bawah di kumpulan yang tersusun memanjang ini, ialah kamera baru yang memakai teknologi periskop. Desain laksana ini telah diperkenalkan kesatu kali semenjak MWC 2017 kemudian oleh vendor pesaing. Sebagai penyelesaian untuk menemukan gambar yang solid menggunakan sejumlah tumpuk lensa yang tersusun menyamping, sampai-sampai tidak menciptakan ponsel jadi tampak gendut. Lalu untuk menciduk gambar sampai sampai ke sensor melewati tumpukan lensa tersebut, maka mereka memakai kaca prisma yang bakal membelokkan cahaya ke arah samping, dimana tumpukan lensa dan sensor berada.

Dengan semakin tidak sedikit lensa yang tercebur dalam pemungutan gambar melewati kamera ini, maka saya dan anda bisa melakukan perbesaran gambar yang setara dengan perbesaran optical. Dimana kualitas potret dapat dijaga meski merasakan perbesaran. Dalam urusan ini Huawei P30 Pro dapat menangkap gambar dengan perbesaran 5X secara optical, 10X hybrid dan sampai 50 X secara digital.
Lalu yang terakhir terdapat kamera ToF Depth sensing, singkatan dari Time of Flight. Merupakan sensor kamera untuk memisahkan jarak antara obyek utama dengan latar belakang. Secara teori, potret portrait yang dapat dihasilkan oleh ponsel ini akan menunjukkan gambar bokeh yang lebih halus tanpa tampak artifisial.

Percobaan yang kami lakukan lumayan untuk menjelaskan makna penting hadirnya kamera ini dalam menambah kualiatas potret portrait di Huawei seri P.

Lalu masih di urusan pemungutan gambar, secara spesifikasi kamera P30 Pro telah bisa tidak sedikit bicara soal kemampuannya menciduk cahaya. Bukaan kamera utamanya ialah f/1.6. Tapi tersebut saja belum cukup, Huawei P30 Pro pun adalahproduk kesatu Huawei yang memakai sensor RYYB (red yellow yellow blue) menggantikan sensor RGGB (red green green blue).
Mengganti filter berwarna hijau dengan kuning, bakal meningkatkan keterampilan sensor dalam menciduk lebih tidak sedikit warna hijau dan merah ke dalam spektrum warna yang terlihat. Ini akan menambah kapasitas cahya yang masuk, sampai 40 % lebih banyak.

Kamera Huawei P30 Pro sekarang mempunyai ISO yang besar, yaitu 409.600 (empat ratus sembilan ribu enam ratus).

Di sisi perekam video, ponsel ini sudah dapat merekam video dalam resolusi 4K UHD, FHD+ (19.5:9), FHD 60 fps (16:9), FHD, FHD+ (21:9 cinematic), HD+ (21:9 cinematic) dan HD 720p (16:9). Lengkap! kita tak butuh khawatir saat menggunakannya sbeagai perangkat untuk mengerjakan VLOG-ing.

Baterai

Demi mengawal kinerjanya sepanjang hari, P30 Pro sudah dilengkapi baterai berkapasitas tinggi, 4200 mAh yang menyokong Huawei Super Charging, sampai-sampai mengisinya pulang penuh tidak lagi jadi masalah. Perlu disalin bahwa teknologi Super charge ini bertolak belakang dengan teknologi pengisian cepat ponsel lain, sampai-sampai adapternya juga harus disesuaikan. Alias mesti memakai adapter bawaan yang kompatibel.

Ponsel ini pun mendukung pengisian daya secara nirkabel, alias wireless. Tapi anda harus melakukan pembelian charger wirelessnya secara terpisah guna merasakan keterampilan ini. Nah, yang menarik, keterampilan wireless charging ini mempunyai sifat reverse atau terbalik.

Artinya, P30 Pro juga dapat digunakan untuk memenuhi daya perlengkapan lain yang menyokong proses pengisian daya tanpa kabel laksana ini (Qi).

Kesimpulan

Pengguna Huawei seri P lawas yang hendak mengupdate perangkatnya barangkali akan paling galau menyaksikan teknologi-teknologi yang diangkut oleh P30 Pro. Tidak melulu menyediakan satu anak tangga, produk ini pun membawa sebanyak perbaikan yang lumayan signifikan di ruang belajar flagship.

Soal kamera, ponsel ini telah terbukti rapi dengan menemukan nilai DXOMark yang sangat tinggi untuk ketika ini. Demikian pun menurut tes kami di Tabloid PULSA. Curi start dengan membawa teknologi periskop menjadi poin urgen yang menciptakan kami kepingin cepat-cepat mereview. Hasilnya tidak mengecewakan, khususnya di perbesaran secara optik