Tag: huawei

Google dan Huawei Akhirnya Sepakat Bayar Ganti Rugi Pengguna Nexus 6P

Google dan Huawei Akhirnya Sepakat Bayar Ganti Rugi Pengguna Nexus 6P

Google dan Huawei diadukan telah setuju untuk menuntaskan gugatan class action dari pemakai Nexus 6P yang kedapatan merasakan masalah bootlooping atau ponsel mati secara tiba-tiba. Putusan pengadilan yang tertunda menciptakan kedua perusahaan akan bertanggung jawab menuntaskan gugatan class action dengan nilai total 9,75 juta dolar AS yang telah bergulir semenjak April 2017, yang mewajibkan mengubah kerugian 400 dolar AS untuk semua penggugat yang berpartisipasi.

Gugatan tersebut menuduh bahwa Google, yang mengontrak desain dan penciptaan smartphone Android pada pihak ketiga, Huawei salah satunya, melanggar jaminan perangkat sebab Google dituding menyadari masalah ini, namun tidak menanggapi bug yang terdapat pada Nexus 6P. Penggugat pun mengatakan bahwa Google terus memasarkan perangkat itu tapi tidak mengakui masalah ini.

Jika pengadilan mengamini penyelesaian pada sidang berikutnya pada tanggal 9 Mei, pemakai Nexus 6P di AS yang melakukan pembelian perangkat pada atau sesudah 25 September 2015 akan mengisi syarat guna mengklaim ganti rugi.

Proposal ketika ini mengaku bahwa mereka yang mengisi syarat guna penyelesaian dapat menerima sampai 400 dolar AS untuk perlengkapan mereka yang bermasalah, sedangkan mereka yang menerima Pixel XL dalam program pertukaran jaminan sebelumnya melulu akan menerima 10 dolar AS. Mereka yang menyerahkan arsip yang benar tentang bug itu akan menerima penggantian dengan nilai maksimal, sementara mereka yang tidak, melulu akan menerima 75 dolar AS.

Ini melulu salah satu dari tidak banyak gugatan class action berhubungan Android yang menyebabkan produsen menunaikan pemilik perlengkapan yang bermasalah. LG pun pernah merasakan gugatan class action dengan permasalahan yang sama berhubungan dengan perlengkapan G4, V10, V20, Nexus 5X, dan G5 pada Januari 2018 lalu.

[First Impression] Huawei P30, Desain Keren dengan Triple Camera Leica

[First Impression] Huawei P30, Desain Keren dengan Triple Camera Leica

Di Indonesia, kehadiran trio Huawei P30 Series memang tidak melewati even eksklusif yang mewah dan melibatkan semua artis serta influencer/KOL.

Keberadaan ketiga produk yang lumayan menyita perhatian konsumen tanah air ini, terendus dari kampanye promosi pemesanan mula (Pre Order) yang disebar melewati jaringan sosial media Huawei Indonesia serta sekian banyak channel penjualan baik online maupun offline sejak sejumlah pekan lalu. Bahkan, kabarnya sendiri telah tersebar sehari sesudah diluncurkannya P30 Series di Paris, Perancis.

Berdasarkan keterangan dari rencana, Huawei pun akan memperkenalkan jajaran produk terbarunya itu berbarengan dengan pendahuluan Huawei High-End Experience Shop, yang akan dilangsungkan di Jakarta pada 12 April. Sementara guna Pre Order sendiri P30 Series bakal menggandeng Lazada secara eksklusif.

Untuk yang penasaran laksana apa sih tampilan serta unggulan yang diangkut trio Huawei P30 Series tersebut, PULSA akan menjabarkan ‘pandangan’ kesatu memegang di antara varian P30 Series yang adalahmodel sangat tengah yaitu Huawei P30.

Ditawarkan dengan banderolan harga yang cukup ‘premium’ yaitu sekitar Rp 9.999.000, Huawei P30 memabwa mayoritas jeroan yang terdapat di Huawei P30 Pro. Tambah penasaran kan? Simak ulasannya inilah ini.

Desain dan Layar
Konsep desain yang diangkat smartphone ini sama serupa dengan yang diterapkan pada kembarannya, P30 Pro. Di unsur depan, Huawei P30 menghadirkan karakter desain yang tampil kekinian. Salah satunya tampak dari adanya poni (notch) berupa cucuran air. Model desain laksana ini sebetulnya lebih tidak sedikit didominasi oleh smartphone ruang belajar entry level.
Huawei P30 punya desain yang tidak banyak lebih rinkas ketimbang P30 Pro yang tampak ‘bongsor’. Dimensi P30 melulu sekitar 149.1 x 71.4 x 7.6 mm dengan mutu 165 gram. Bodinya ini lumayan pas dan nyaman guna menanamkan layar AMOLED berukuran 6.1 inci dengan rasio Full HD+ yang telah didukung teknologi HDR10 dan DCI-P3.
Serupa P30 Pro, Huawei pun menerapkan knsep pulasan warna baru di P30. Tidak lagi melulu menghadirkan gradasi warna standar, tapi telah lebih modern. Di smartphone ini, Huawei terinspirasi oleh Salt Flats atau dataran garam padat yang dapat memunculkan efek cermin dengan pewarnaan berbeda. Dan di P30 yang PULSA coba, opsi Breathing Crystal dapat menampilkan efek warna putih langit yang dipadukan dengan warna biru di unsur tengahnya. Efek gradasi ini bakal terlihat cocok sudut pandang dan arah cahaya yang terpantul ke bodi.

Huawei P30 meletakan kompartemen SIM card dan slot kartu kenangan tambahan di sisi kiri bodi. Untuk menerbitkan ‘rumah’ dari kartu-kartu itu harus memakai Pin ejecktor eksklusif yang terdapat di paket penjualan. Di smartphone ini, tray kartu SIM merealisasikan model hybrid. Artinya, slot SIM 2 juga bermanfaat ganda guna kartu memori. Menariknya, model kartu memori perluasan yang diangkat Huawei P30 ini ialah jenis Nano Memory (NM).
Untuk panel kontrol lain, Huawei P30 menanamkan tombol power dan volume di sisi kanan bodi. Di sisi bawah, smartphone ini terdapat port USB Type-C, corong speaker, mikrofon dan audio jack 3.5mm.
Kamera

Seperti pelajaran promosi yang disebar Huawei, jajaran smartphone terbarunya ini memang menjagokan keterampilan kamera lewat tagline “Rewrite the Rules of Photography”. Ya, P Series Huawei memang dari mula kehadirannya telah diposisikan sebagai perlengkapan ‘premium’ yang mengedepankan kecanggihan kamera beserta teknologi dan fitur-fitur bawaannya.

Di P30, Huawei menanamkan tiga sensor kamera di unsur belakang dengan ciri khas sturktur peletakan yang tetap terinspirasi oleh seri P awal. Di samping itu, smartphone ini pun tetap menghadirkan inovasi yang telah digagas pada Huawei P9 yaitu sensor kamera dan algoritma hasil kolaborasi dengan pabrikan kamera ruang belajar dunia, Leica.
Di struktur atas, P30 meletakan sensor kamera Ultrawide 16 MP (17mm) yang punya aperture f/2.2. Di unsur tengah, terdapat kamera utama berkekuatan 40 MP (27mm) dengan bukaan f/1.8. Sementara yang sangat bawah terdapat kamera telephoto 8 MP (80mm) f/2.4 yang dibekali 3x optical zoom dan fitur OIS.

PULSA sempat menguji keterampilan kamera kepunyaan Huawei P30 ini dan hasilnya memang tampak keren. Foto yang dijepret dalam mode standar dapat menunjukan detil gambar yang tajam dan warna yang terang.
Kamera smartphone ini pun dibekali pelbagai fitur lanjutan yang cukup pelbagai seperti mode Portrait guna menghasilkan potret bokeh, Monochrome, Super Macro sampai Light Painting. Tidak kalah menariknya, kamera di Huawei P30 ini pun menyertakan mode malam (Nigt Mode) yang dapat dimanfaatkan guna menjepret obyek di tempat minim cahaya. Mode kamera Low light ini dapat dibilang sedang ngetren di kalangan vendor smartphone yang belakangan merilis produk baru.

But yang penasaran laksana apa hasil jepretan Night Mode Huawei P30, inilah PULSA tampilkan sejumlah diantaranya.
Hardware

Untuk hal kinerja di unsur dalam, Huawei P30 menenggelamkan spesifikasi yang sama serupa dengan P30 Pro. Chipset yang digunakan ialah HiSilicon Kirin 980 dengan pabrikasi 7nm, dan prosesor Octa-core (2×2.6 GHz Cortex-A76 & 2×1.92 GHz Cortex-A76 & 4×1.8 GHz Cortex-A55). Grafisnya sendiri bersumber dari Mali-G76 MP10.

Sebagai penopang jeroan dalam mengeksekusi sistem operasi Android 9.0 Pie yang dikolaborasikan dengan antarmuka EMUI 9.1, Huawei P30 yang dipegang PULSA dibekali RAM 8GB dengan penyimpanan internal 128GB. Sementara guna konsumen yang hendak menambahkan kenangan penyimpanan ekstra, slot hybrid Nano Memory di perlengkapan ini dapat dijejalkan kartu memori sampai kapasitas 256GB.

Di sektor penyuplai daya, Huawei P30 diperkuat baterai yang mempunyai kapasitas tidak banyak lebih kecil dibanding kepunyaan P30 Pro. Baterai lithium sebesar 3650 mAh tertanam di bodi (non-removable), dan telah didukung keterampilan pengisian cepat (fast charging) dengan kekuatan 22.5W.

Untuk yang masih penasaran dengan Huawei P30 ini, dapat disimak review lengkapnya di tabloid PULSA cetak atau di ww.tabloidpulsa.co.id dalam masa-masa dekat.

Huawei MateBook E (2019) Resmi Dirilis, Pakai SD850 Dibanderol Mulai Rp8 Jutaan

Huawei MateBook E (2019) Resmi Dirilis, Pakai SD850 Dibanderol Mulai Rp8 Jutaan

Huawei baru-baru ini secara resmi memberitahukan notebook 2-in-1 generasi terbarunya ke publik. Perangkat yang disebut Huawei MateBook E (2019) dibekali dengan sekian banyak spesifikasi dan fitur baru. Termasuk sokongan processor Qualcomm Snapdragon 850 dan menjalankan Windows 10 Home.

Kinerja Huawei MateBook E (2019) mengandalkan chipset Snapdragon 850, RAM 8GB dan ROM 256GB / 512GB UFS. Perangkat ini memiliki sokongan untuk 4G LTE (nano-SIM) yang merangkum pita jaringan di mayoritas wilayah, sampai-sampai Anda tidak jarang kali dapat tetap terhubung laksana yang Anda kerjakan pada ponsel Anda.

Di dalam Huawei MateBook E (2019), ada teknologi antena MIMO 4 × 4 untuk mengawal koneksi kita tetap powerful baik di dalam maupun di luar ruangan. Di samping itu, terdapat sokongan konektivitas Bluetooth 5.0 dan Wi-Fi dual-band. Huawei menuliskan bahwa notebook terbarunya ini mempunyai fitur eksklusif yang menangkal Bluetooth dan Wi-Fi saling “mengganggu”.

Huawei MateBook E (2019) memperlihatkan layar sentuh 12 inci dengan resolusi 2,160 x 1,440, aspek rasio 3: 2 dan sudut pandang 160 °. Layar yang diangkat oleh Huawei MateBook E (2019) mempunyai lapisan oleophobic guna menjaganya tetap bersih dan bebas dari noda. Huawei menuliskan bahwa mereka mempunyai sertifikasi TUV Rheinland yang berarti perlengkapan ini direkomendasikan paling aman dari cahaya biru yang berbahaya untuk mata.

Di departemen fotografi, Huawei MateBook E (2019) dilengkapi kamera 13MP di unsur belakang perlengkapan dan kamera depan dengan resolusi 5MP untuk mengerjakan panggilan video. Notebook ini pun mempunyai pemindai sidik jari yang dipasang di samping bodi notebook.

Huawei MateBook E (2019) bisa bekerja dengan stylus M Pen Lite namun Anda mesti membelinya secara terpisah. Jika Anda telah mempunyai MediaPad M5 Lite dengan stylus M Pen Lite, Anda pun dapat menggunakannya ke Huawei MateBook E (2019). Dengan memakai stylus, teks berupa artikel tangan bisa dikonversi menjadi teks yang diketik dan Anda pun dapat menggunakannya guna menggambar, menciptakan sketsa atau melukis.
Keyboard Huawei MateBook E (2019) mempunyai tombol travel 1,3mm dan kickstand yang bisa disesuaikan dengan sudut 110 ° dan 160 °. Notebook ini pun dapat dipakai dalam mode tend andai Anda hendak menggunakan perlengkapan ini seraya berbaring dan lebih nyaman saat menyaksikan film.
Notebook ini mempunyai dua speaker dengan amplifier SmartPA ganda dan Dolby Atmos untuk empiris suara surround virtual dan imersif. Huawei MateBook E (2019) dilengkapi dengan port USB Type-C yang menyokong pengisian daya, transfer data, dan juga bermanfaat sebagai DisplayPort, dan jack audio 3.5mm.

Tak melulu itu, Huawei pun telah menambahkan fitur Huawei Share 3.0 One Touch yang memungkinkan Anda guna mentransfer file dari smartphone kita ke perlengkapan Huawei MateBook E (2019) dan kebalikannya dengan paling mudah.

Huawei MateBook E (2019) ditenagai baterai 36,3Wh yang dapat meluangkan daya sampai 10 jam pemutaran media dengan tingkat kecerahan layar 50%. Huawei menuliskan bahwa Huawei MateBook E (2019) menyokong pengisian cepat, yang memungkinkan Anda dapat mengisi daya dari posisi 0% sampai 88% melulu dalam masa-masa 1,5 jam.
Huawei MateBook E (2019) mempunyai ketebalan melulu setebal 8.5mm (tanpa keyboard), lebar 278.2mm dan tinggi 194.22mm. Bobotnya 698 gram dan selama 1,173 kg ketika Anda memasang keyboard.

Huawei MateBook E (2019) ditawarkan dalam sejumlah pilihan warna yaitu Titanium Ash dan Charm Blue Sea. Perangkat ini dibanderol dengan harga ¥ 3,999 (USD$ 595 atau Rp.8,9 jutaan) guna versi ROM 256GB dan ¥ 4,999 (USD$ 744 atau Rp.11,2 jutaan) guna versi 512GB.

Semakin Laris, Huawei Hadirkan High-end Experience Shop

Semakin Laris, Huawei Hadirkan High-end Experience Shop

Huawei meresmikan kehadiran toko premium kesatunya di Indonesia yang disebut dengan Huawei High-end Experience Shop (12/4/19). Berlokasi di lantai 3 Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Huawei High-end Experience Shop diciptakan dengan paling nyaman berkonsep pusat perbelanjaan smartphone yang canggih dan premium.

“Mengenai keseriusan dan komitmen kami terhadap pasar Indonesia, Huawei bermitra dengan Erafone untuk meluangkan lingkungan melakukan pembelian barang yang baik untuk konsumen,” ucap Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Device Indonesia. “Ini ialah kesatu kalinya kami menghadirkan High-end Experience shop di Indonesia. Melalui toko High-end ini, kami yakin pemakai dan calon pemakai ponsel pintar Huawei akan menikmati pengalaman serta layanan penjualan terbaik,” imbuh Khing Seng.

Sementara Hasan Aula, Chief Executive Officer (CEO) Erajaya Group menyatakan, “Kami bangga bisa menjadi strategic mitra Huawei guna mengelola high-end experience shop kesatu Huawei di Indonesia. Erajaya yakin, dengan empiris panjang kami di bisnis retail, kami dapat memberikan konstribusi untuk menambah penjualan produk-produk Huawei di tingkat retail. Perpaduan antara kelebihan produk dan teknologi Huawei dengan kompetensi Erajaya Group dalam industri retail akan menyerahkan pengalaman terbaik untuk Konsumen Huawei di Indonesia. Kami bercita-cita ini ialah awal kerjasama yang baik untuk dinaikkan lagi di masa yang bakal datang.”
Sebagai tanda terima kasih atas sokongan masyarakat yang sudah menerima produk smartphone unggulan dari Huawei di Indonesia, kami menyerahkan promosi khusus untuk mereka yang melakukan pembelian barang High-end Experience Shop pada periode 12-14 April 2019. Promosinya berupa cashback dan hadiah menarik.

Bagi pembeli HUAWEI Mate 20 Pro yang dibanderol Rp11.999.000, bakal mendapatkan cashback Rp500.000 dan wireless charger plus leather casing. Berbelanja HUAWEI nova 3i yang dibanderol Rp3.499.000 bakal mendapatkan cashback Rp200.000 dan Huawei earphone. Berbelanja HUAWEI Y7 Pro 2019 (4+64) ekuivalen Rp2.799.000 bakal mendapatkan cashback Rp200.000 dan SD card 16 GB, HUAWEI Y7 Pro 2019 (3+32) ekuivalen Rp1.999.000 bakal mendapatkan SD card 16 GB. Huawei pun mengadakan flash sale unik berupa powerbank Huawei berkapasitas 6.700 mAh seharga melulu Rp9.900 saja.
Untuk merayakan toko High-end Experience Shop ini kesatu yang dimulai hari ini, masih terdapat satu lagi kabar baik. Jika Anda mengerjakan pre-order Huawei P30 dan P30 Pro di toko Huawei High-end Experience Shop pada 12-19 April, atau mengerjakan pre-order pada roadshow sekitar 16-19 April di Mal Taman Anggrek, Anda bakal tetap mendpat peluang untuk menemukan Huawei Watch GT ekuivalen Rp2.499.000. Penawaran ini diberi batas hanya guna 180 orang kesatu yang datang pada peluncuran smartphone Huawei P30 Series di mal Taman Anggrek Jakarta. Setiap pembeli dapat melakukan pemesanan mula (pre-order) lebih dari satu smartphone. Namaun melulu berhak guna mendapatkan satu unit Huawei watch GT saja.

“Kami mengundang konsumen yang mengerjakan pre-order di Huawei High-end Experience Shop dan Huawei Roadshow guna menghadiri peluncuran produk dan penjualan kami di Mall Taman Angrek pada 20 April pukul 12.00 WIB. Penjualan resmi dibuka tepat sesudah peluncuran produk selama pukul 13.00 WIB, sampai-sampai Huawei Watch GT bakal ditawarkan untuk 180 pelanggan kesatu yang datang untuk memungut smartphone-nya dalam acara peluncuran tersebut,” jelas Lo Khing Seng.

Impresi Awal Huawei P30 Pro, Konsentrasi Pada Peningkatan Kamera

Impresi Awal Huawei P30 Pro, Konsentrasi Pada Peningkatan Kamera

Bahagia sekali Pulsa berpeluang mereview produk yang menarik ini. Sejak mula diperkenalkan pada 26 Maret 2019, ponsel ini unik perhatian tidak hanya pada pengaplikasian prisma pada lensa kamera guna mendapatkan gambar zoom yang lebih baik, tapi pun tentang motivasi Huawei dalam mengolah pendekatan di sisi kamera ponsel. Apa saja evolusi yang diangkut kamera Huawei P30 Pro? Pastinya tersebut yang menciptakan kami penasaran.

Tulisan ini sekaligus menjadi artikel hands on, mengulas impresi kami di menit-menit mula pemakaian produk ini.Nantikan review mendalamnya di sejumlah hari ke depan.

Ubah Tampilan PadaDesain Back Cover

Jika di produk-produk sebelumnya Huawei sempat memakai desain gradasi dua warnayang terinspirasi oleh gejala alam aurora, kemudian ada desain mengalir atau flowing design di Mate 20 Pro, maka kali ini Huawei mengupayakan memberi pendekatan berbeda.
Masih tetap terinspirasi oleh warna-warna yang dipersembahkan oleh alam, Huawei P30 Pro mengupayakan menggali lebih tidak sedikit warna gradasi. Kali ini sumber inspirasinya ialah Salt Flats atau dataran garam padat yang kerap menimbulkan efek cermin dengan pewarnaan bertolak belakang tergantung dari masa-masa dan musim yang berlangsung.
P30 pro menawarkan 3 pewarnaan yang menarik. Breathing Crystal, laksana yang akan kami review kali ini. Menggambarkan efek warna putih langit yang terpantul pada dataran luas dengan semburat warna biru di tengah sebagai kaki langit atau horison. Lalu terdapat Amber Sunrise yang ingin merah ke arah oranye, mencerminkan gradasi antara langit pagi dan pantulannya di ketika matahari terbit, pun ada warna Aurora dengan gardasi biru ke hijau.
Intinya, Huawei kembali hendak menegaskan kesan anggun lewat P30 Pro, menjadikannya produk yang rapi di sisi teknologi, namun pun tetap unik di sisi desain.

Layar AMOLED Hingga ke Tepian

Hal beda yang langsung dapat kita rasakan ketika memegang ponsel ini guna kesatu kali ialah layarnya yang tajam. Meski dengan resolusi khas seri P, yaitu 2340 x 1080 pixel atau masuk dalam kelompok FHD+ dengan rasio layar 19.5:9, layar ponsel tertampil rapi berkat pemakaian jenis layar OLED yang menyokong HDR. Penggunaan jenis layar ini pun membuatnya tampil cantik secara desain sebab memanfaatkan sisi ponsel dengan maksimal. Dengan demikian, bukan lagi ada bezel di unsur samping kiri dan kanan layar. Bahkan pada unsur ini kadang bisa tersentuh secara tidak sengaja ketika kita memegang unsur tepi ponsel ini.

Tapi terdapat teknologi beda yang unik di balik dalil pemakaian layar OLED ini. Selain mencantumkan sensor sidik jari di bawah layar, ponsel ini pun tidak lagi meluangkan speaker earpiece guna bertelepon. Sebagai gantinya Huawei memakai Huawei Acoustic Display Technology, dimana getaran suara dialirkan melewati layar mengarah ke ke telinga pemakainya.
Tidak perlu cemas suara lawan bicara akan tersiar dengan gampang oleh orang yang terdapat di sekeliling kita. Teknologi ini tetap bakal mempertahanakan privasi pembicaraan Anda, melulu untuk kita sendiri, layaknya memakai earpiece tradisional.

Untuk itu, maka kamera depan dapat dimuat dalam satu bentukan notch yang kecil bak cucuran embun (dew drop) tanpa butuh lagi ditemani oleh earpiece.

Dua Biometrik Andalan

Bergeser ke unsur fitur pengaman, Huawei P30 Pro memakai 2 pengaman biometrik sekaligus. Sampai sini pasti Anda beranggapan tidak terdapat yang menarik. Tapi tidak boleh salah, laksana pendahulunya, Mate 20 Pro, ponsel ini pun sudah dibekali sensor sidik jari di bawah layar. Dan performanya sudah dapat dibilang mumpuni. Ada perbaikan dari penerapan di produk sebelumnya.
Bersama dengan in-display fingerprint sensor, pun ada face detection. Anda dapat memilih behavior nya apakah langsung membuka lock screen ke home screen, atau melulu membuka kuncinya saja, sedangkan untuk ke homescreen kita masih mesti menggeser klayar ke atas.

Bila dua-duanya diaktifkan, pastikan kita memilih face detection guna langsung membuka layar. Kalau tidak nanti ada tidak banyak rancu.

EMUI 9 Yang Tetap Potensial

Sebagai custom UI, EMUI bukan anak kemarin sore. Pengembangannya terus berkelanjutan dan menyerahkan sejumlah fitur-fitur anyar di masing-masing versinya. Kali ini bareng dengan UI bawaan Google Pie, sejumlah faedah lawas dan baru yang anda butuhkan sudah dapat kita gunakan. Terutama di sisi kontroling memakai gesture, multiscreen, one hand mode dan sebagainya.

Tapi, andai Anda membelinya sekarang, hari ini juga, maka Anda barangkali harus menunggu sejumlah saat guna mendapatkan update baru lagi yang membawa tidak sedikit fitur menarik, di antaranya di sisi kamera, sinkronisasi dengan perankat dan perkakas beda dan sebagainya.

Tidak tidak sedikit yang dapat dikeluhkan dari EMUI anyar ini, kecuali pada tampilannya yang mungkin untuk sebagian orang dirasakan terlalu kaku. Itupun tidak memerlukan waktu terlampau lama guna terbiasa.

Chipset Kirin Teranyar

Seperti sudah dilafalkan di dalam judul dan paragraf kesatu artikel ini, layaknya seri P huawei lain, P30 Pro lebih ingin berkonsentrasi pada kamera. Tapi bukan berarti hal performa ditinggalkan.

Huawei P30 memakai chipset sama yang dipakai Mate 20 Pro. Yaitu Kirin 980. Memadukan CPU, GPU dan NPU guna efisiensi daya yang lebih baik. Ponsel ini di atas kertas mempunyai performa yang buas. Ditambah dengan teknologi penghantar panas yang lebih baik, maka ponsel ini terasa lebih adem ketimbang Mate 20 Pro ketika dipakai ngegame PUBG.

Mengingat kedua ponsel ini telah sama-sama memakai GPU Turbo, maka ademnya P30 Pro adalahhasil dari pemakaian rancangan Huawei SuperCool, yang memadukan lapisan graphene, grafit dan desain pipa penghantar panas untuk menambah performa ponsel.

Produk yang terdapat di meja review PULSA ini adalahvarian yang bisa jadi besar bakal diluncurkan di Indoneisa tanggal 12 April mendatang. Yakni produk dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB.
Kami sempat menguji dengan beberapa software benchmarking dan hasilnya relatif lebih rendah dari Mate 20 Pro. Meskipun tidak terlampau signifikan. Artinya kinerja dua-duanya kami percaya sedang di satu level yang sama. Hanya saja fakta ini menciptakan kami lebih yakin bahwa P30 Pro memang ingin lebih berkonsentrasi pada pengembangan kamera.

Banyak Perubahan di Kamera

Nah unsur kamera ini yang sangat seru guna dikupas. Seperti yang sudah kita ketahui, semenjak P9, Huawei berkolaborasi dengan pabrikan kamera Leica dalam mengembangkan sensor dan algoritma pemungutan gambarnya. Dan masing-masing produk baru pasti membawa peningkatan fitur, tak terkecuali di Huawei P30 Pro ini.
Perubahan kesatu, yang terlihat ialah hadirnya 4 kamera di unsur belakang, 3 tersusun memanjang dari atas ke bawah, dan satu lagi ditaruh di bawah flash. Satu kamera yang menduduki titik sangat atas adalahkamera 20MP ultrawide angle (16 mm) f2.2. Sementara di bawahnya terdapat 40MP wideangle lens (27mm) f1.6.

Sedangkan dua kamera lain, yaitu yang sangat bawah di kumpulan yang tersusun memanjang ini, ialah kamera baru yang memakai teknologi periskop. Desain laksana ini telah diperkenalkan kesatu kali semenjak MWC 2017 kemudian oleh vendor pesaing. Sebagai penyelesaian untuk menemukan gambar yang solid menggunakan sejumlah tumpuk lensa yang tersusun menyamping, sampai-sampai tidak menciptakan ponsel jadi tampak gendut. Lalu untuk menciduk gambar sampai sampai ke sensor melewati tumpukan lensa tersebut, maka mereka memakai kaca prisma yang bakal membelokkan cahaya ke arah samping, dimana tumpukan lensa dan sensor berada.

Dengan semakin tidak sedikit lensa yang tercebur dalam pemungutan gambar melewati kamera ini, maka saya dan anda bisa melakukan perbesaran gambar yang setara dengan perbesaran optical. Dimana kualitas potret dapat dijaga meski merasakan perbesaran. Dalam urusan ini Huawei P30 Pro dapat menangkap gambar dengan perbesaran 5X secara optical, 10X hybrid dan sampai 50 X secara digital.
Lalu yang terakhir terdapat kamera ToF Depth sensing, singkatan dari Time of Flight. Merupakan sensor kamera untuk memisahkan jarak antara obyek utama dengan latar belakang. Secara teori, potret portrait yang dapat dihasilkan oleh ponsel ini akan menunjukkan gambar bokeh yang lebih halus tanpa tampak artifisial.

Percobaan yang kami lakukan lumayan untuk menjelaskan makna penting hadirnya kamera ini dalam menambah kualiatas potret portrait di Huawei seri P.
Lalu masih di urusan pemungutan gambar, secara spesifikasi kamera P30 Pro telah bisa tidak sedikit bicara soal kemampuannya menciduk cahaya. Bukaan kamera utamanya ialah f/1.6. Tapi tersebut saja belum cukup, Huawei P30 Pro pun adalahproduk kesatu Huawei yang memakai sensor RYYB (red yellow yellow blue) menggantikan sensor RGGB (red green green blue).

Mengganti filter berwarna hijau dengan kuning, bakal meningkatkan keterampilan sensor dalam menciduk lebih tidak sedikit warna hijau dan merah ke dalam spektrum warna yang terlihat. Ini akan menambah kapasitas cahya yang masuk, sampai 40 % lebih banyak.

Kamera Huawei P30 Pro sekarang mempunyai ISO yang besar, yaitu 409.600 (empat ratus sembilan ribu enam ratus).

Berbagi Daya Secara Nirkabel

Kehadiran keterampilan wireless reverse charging di Huawei Mate Pro, meskipun tadinya dianggap nge-troll, namun dialami manfaatnya oleh sejumlah pemakai yang kami temui. Mungkin atas dasar yang sama, maka fitur ini pulang dihadirkan di produk P30 Pro.

Karena kapasitas baterai P30 Pro sendiri telah mumpuni, yaitu di angka 4200 mAh dengan sokongan fast charging (huawei super charge), maka membagi daya dengan sesama pemakai ponsel yang menyokong pengisian daya nirkabel tidak bakal menjadi masalah.

Demikian artikel impresi mula PULSA tentang Huawei P30 Pro ini. Pengen tahun harga Huawei P30 Pro sah dan bagaimana kamera huawei P30 Pro ini lebih lanjut? Nantikan reviewnya secara lebih mendalam di sejumlah hari mendatang.

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Melanjutkan tujuan seri P Huawei sebelumnya, P30 Pro muncul dengan tetap menjaga superioritas pada kamera, serta desain ala flagship yang tetap mempesona. Setelah diperkenalkan secara resmi melewati sebuah acara yang dilangsungkan di Paris Perancis 26 Maret lalu, Huawei P30 Pro akan dipasarkan resmi dengan membuka pre-order tanggal 12 April mendatang di Tanah air.

Tak butuh lama, PULSA mendapatkan peluang menjajal satu varian yang akan diluncurkan di Indonesia. Yakni Huawei P30 Pro dengan konfigurasi Internal 256 GB dan RAM 8 GB. Memiliki warna back cover “siang” yang adalahperpaduan biru muda, biru tua dan putih, diandalkan akan mendampingi satu opsi warna lain yaitu Aurora (warna “malam”). Sementara, guna yang Amber Sunrise (warna pagi), PULSA belum mendapat kepastian apakah pun akan diluncurkan di Indonesia.
Tampil Elegan dan Cenderung Licin

Membawa bentangan layar 6,47 inci, kita mungkin beranggapan bahwa produk ini bakal terasa besar di genggaman. Tapi nyatanya tersebut salah. Karena rasio 19.5:9, maka semua bagian permukaan ponsel ialah layar. Kecuali unsur kamera di bentukan cucuran embun di unsur atas. Alhasil ponsel ini terasa layaknya ponsel biasa.
Satu urusan yang barangkali akan dikeluhkan pemakai baru Huawei ialah jarak mengarah ke ujung atas layar agak jauh dan sulit dicapai dalam pemakaian satu jari. Ini ialah masalah umum perlengkapan Android dengan layar penuh. Beruntung terdapat one hand mode di EMUI yang akan meminimalisir masalah ini. Atau Anda dapat gunakan dua tangan supaya bisa lebih nyaman.
Karena bagaimanapun, backcover ponsel ini terasa tidak banyak licin. Memegangnya dengan dua tangan bakal terasa lebih aman. Atau pakai casing ekstra yang tidak meminimalisir pesona warna gradasinya.

Dengan memakai layar sarat dan mengurangi desain poni dew drop, sejumlah fitur sengaja ditaruh di balik layar. Teknologinya ada, dan dapat bekerja, kenpa tidak? Teknologi tersebut antara lain, sensor sidik jari. Diletakkan di balik layar di sepertiga unsur bawah. Teknologi ini telah diimplementasikan di Huawei Mate 20 Pro.
Dengan empiris di Mate 20 Pro, maka kami sudah meyakinkan bahwa kinerja sensor sidik jari di P30 Pro lebih baik sejumlah persen ketimbang di Mate 20 Pro.
Berikutnya ialah speaker earpiece. Beberapa produk menyematkannya di unsur atas lensa kamera. Namun di P30 Pro, earpiece dihilangkan. Membenamkan speaker di bawah layar, suara bakal dirambatkan melewati layar. Huawei menyebutnya sebagai Huawei Acoustic Display Technology.

Performanya oke. Suara tidak tersiar terlalu keras, sehingga percakapan akan tetap menjadi privasi Anda, dan lawan bicara.

Layar OLED dan EMUI Kekinian

Beralih lebih konsentrasi ke unsur display. Ponsel ini membawa layar jenis OLED dengan resolusi 1080 x 2340 pixel. Lebih kecil dari Mate 20 Pro, tetapi memungkinkan dua teknologi under display Huawei berlangsung dengan baik.

Meski tercatat memakai resolusi yang lebih kecil, fitur-fitur OLED yang diangkut Mate 20 Pro kembali muncul di ponsel ini. Sebut saja teknologi HDR10 untuk menyaksikan konten dengan lebih baik dan teknologi warna yang sudah memakai DCI-P3. Memungkinkan lebih tidak sedikit variasi warna yang dikenali oleh mata pemakainya.

Soal keterampilan OLED lain, yang barangkali Anda telah ketahui sebelumnya, seperti tingkat hitam yang tinggi serta efektivitas pemakaian daya yang lebih oke, pasti berlaku pun pada layar P30 Pro ini.

Jenis layar laksana ini pun memungkinkan Huawei P30 Pro menghilangkan bezel di sisi kanan dan kiri, walau layar tidak diciptakan sampai meluber ke unsur tepi alias ala-ala layar edge di produk pesaing. Pada awal-awal pemakaian, layar unsur tepi ini terasa gampang mengidentifikasi sentuhan yang tidak disengaja. Semisal ketika memegangnya dengan satu tangan. Tapi seiring berjalannya masa-masa pemakaian, anda akan tahu titik aman, nan optimal untuk meminimalisir masalah ini.

EMUI 9.1 berbasis Android 9 (Android Pie) yang dipakai juga sudah meluangkan opsi untuk meminimalisir salah identifikasi sentuhan, melewati pilihan Mistouch prevention. Ditambah sebanyak pilihan one hand mode, akan menambah kenyamanan saat memakai ponsel ini.
Menggunakan sistem navigasi apapun, apakah tersebut menggunakan Navigation Dock, Three key maupun Gestures, menjelajahi fitur dan software di ponsel ini relatif nyaman. Meskipun untuk sebagian orang tampilan EMUI dirasakan sedikit kaku.

Chipset 7nm

Saat Mate 20 Pro diperkenalkan, Kirin 980 adalahpemain solo di kelompok chipset 7nm. Sekarang pesaingnya sudah lumayan banyak. Tapi kehadirannya yang lebih mula menjadi handicap Hi-Silicon untuk membetulkan kinerjanya di produk terbaru.

Hal yang sangat dirasa ialah berkurangnya suhu pada ketika ponsel bekerja keras. Semisal bermain PUBG atau game-game beda dengan grafis yang demanding. Bagian back cover tidak terasa hangat, melulu sedikit penambahan suhu yang normal, namun masih di bawah suhu yang dilepas oleh Mate 20 Pro. Teknologi pengasingan panas yang lebih rapi ini dinamakan sebagai Huawei SuperCool.

Namun saat diukur melewati aplikasi-aplikasi benchmarking laksana biasa, angkanya masih tidak banyak di bawah Huawei Mate 20 Pro.

Tapi tidak boleh khawatir. Aman rasanya bilamana PULSA menyinggung bahwa kinerja P30 Pro dengan Mate 20 Pro serupa antara satu dengan yang lain. Nah soal mengapanya, apakah sebab pemakaian peredam panas yang lebih baik di P30 Pro, atau memang fokus Huawei yang lebih condong ke sisi imaging (kamera dan display) di P30 Pro? Kami hanya dapat menebak saja.

Intinya, kinerja chipset P30 Pro adalahstandar ruang belajar flagship. Ia mempunyai efisiensi untuk pemakaian daya yang lebih irit secara signifikan, kinerja yang mumpuni, keterampilan AI yang lebih baik dengan dual NPU nya dan sokongan terhadap kecepatan koneksi yang lebih up to date. Perlu dikenang bahwa di produk P30 Pro ini pun telah membawa sistem kamera yang baru. Hal ini tentu memerlukan penyesuaian di sisi prosesing dan efisiensi.

Menariknya, produk P30 Pro yang kami review, pun adalahproduk yang akan dirilissecara sah di Indonesia, sudah diperkuat oleh RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Sebuah angka yang menjanjikan. Karena di atas kertas, kombinasi chipset dengan sokongan memori laksana ini akan mempermudah kehidupan berponsel kita.

Itu juga belum anda masukkan update aplikasi GPU Turbo yang secara pre-install sudah muncul untuk menambah pengalaman pemakai dalam bermain game.

Perubahan-Perubahan di Sisi Kamera

Nah unsur kamera ini yang sangat seru guna dikupas. Seperti yang sudah kita ketahui, semenjak P9, Huawei berkolaborasi dengan pabrikan kamera Leica dalam mengembangkan sensor dan algoritma pemungutan gambarnya. Dan masing-masing produk baru pasti membawa peningkatan fitur, tak terkecuali di Huawei P30 Pro ini.

Perubahan kesatu, yang terlihat ialah hadirnya 4 kamera di unsur belakang, 3 tersusun memanjang dari atas ke bawah, dan satu lagi ditaruh di bawah flash. Satu kamera yang menduduki titik sangat atas adalahkamera 20MP ultrawide angle (16 mm) f2.2. Sementara di bawahnya terdapat 40MP wideangle lens (27mm) f1.6.

Sedangkan dua kamera lain, yaitu yang sangat bawah di kumpulan yang tersusun memanjang ini, ialah kamera baru yang memakai teknologi periskop. Desain laksana ini telah diperkenalkan kesatu kali semenjak MWC 2017 kemudian oleh vendor pesaing. Sebagai penyelesaian untuk menemukan gambar yang solid menggunakan sejumlah tumpuk lensa yang tersusun menyamping, sampai-sampai tidak menciptakan ponsel jadi tampak gendut. Lalu untuk menciduk gambar sampai sampai ke sensor melewati tumpukan lensa tersebut, maka mereka memakai kaca prisma yang bakal membelokkan cahaya ke arah samping, dimana tumpukan lensa dan sensor berada.

Dengan semakin tidak sedikit lensa yang tercebur dalam pemungutan gambar melewati kamera ini, maka saya dan anda bisa melakukan perbesaran gambar yang setara dengan perbesaran optical. Dimana kualitas potret dapat dijaga meski merasakan perbesaran. Dalam urusan ini Huawei P30 Pro dapat menangkap gambar dengan perbesaran 5X secara optical, 10X hybrid dan sampai 50 X secara digital.
Lalu yang terakhir terdapat kamera ToF Depth sensing, singkatan dari Time of Flight. Merupakan sensor kamera untuk memisahkan jarak antara obyek utama dengan latar belakang. Secara teori, potret portrait yang dapat dihasilkan oleh ponsel ini akan menunjukkan gambar bokeh yang lebih halus tanpa tampak artifisial.

Percobaan yang kami lakukan lumayan untuk menjelaskan makna penting hadirnya kamera ini dalam menambah kualiatas potret portrait di Huawei seri P.

Lalu masih di urusan pemungutan gambar, secara spesifikasi kamera P30 Pro telah bisa tidak sedikit bicara soal kemampuannya menciduk cahaya. Bukaan kamera utamanya ialah f/1.6. Tapi tersebut saja belum cukup, Huawei P30 Pro pun adalahproduk kesatu Huawei yang memakai sensor RYYB (red yellow yellow blue) menggantikan sensor RGGB (red green green blue).
Mengganti filter berwarna hijau dengan kuning, bakal meningkatkan keterampilan sensor dalam menciduk lebih tidak sedikit warna hijau dan merah ke dalam spektrum warna yang terlihat. Ini akan menambah kapasitas cahya yang masuk, sampai 40 % lebih banyak.

Kamera Huawei P30 Pro sekarang mempunyai ISO yang besar, yaitu 409.600 (empat ratus sembilan ribu enam ratus).

Di sisi perekam video, ponsel ini sudah dapat merekam video dalam resolusi 4K UHD, FHD+ (19.5:9), FHD 60 fps (16:9), FHD, FHD+ (21:9 cinematic), HD+ (21:9 cinematic) dan HD 720p (16:9). Lengkap! kita tak butuh khawatir saat menggunakannya sbeagai perangkat untuk mengerjakan VLOG-ing.

Baterai

Demi mengawal kinerjanya sepanjang hari, P30 Pro sudah dilengkapi baterai berkapasitas tinggi, 4200 mAh yang menyokong Huawei Super Charging, sampai-sampai mengisinya pulang penuh tidak lagi jadi masalah. Perlu disalin bahwa teknologi Super charge ini bertolak belakang dengan teknologi pengisian cepat ponsel lain, sampai-sampai adapternya juga harus disesuaikan. Alias mesti memakai adapter bawaan yang kompatibel.

Ponsel ini pun mendukung pengisian daya secara nirkabel, alias wireless. Tapi anda harus melakukan pembelian charger wirelessnya secara terpisah guna merasakan keterampilan ini. Nah, yang menarik, keterampilan wireless charging ini mempunyai sifat reverse atau terbalik.

Artinya, P30 Pro juga dapat digunakan untuk memenuhi daya perlengkapan lain yang menyokong proses pengisian daya tanpa kabel laksana ini (Qi).

Kesimpulan

Pengguna Huawei seri P lawas yang hendak mengupdate perangkatnya barangkali akan paling galau menyaksikan teknologi-teknologi yang diangkut oleh P30 Pro. Tidak melulu menyediakan satu anak tangga, produk ini pun membawa sebanyak perbaikan yang lumayan signifikan di ruang belajar flagship.

Soal kamera, ponsel ini telah terbukti rapi dengan menemukan nilai DXOMark yang sangat tinggi untuk ketika ini. Demikian pun menurut tes kami di Tabloid PULSA. Curi start dengan membawa teknologi periskop menjadi poin urgen yang menciptakan kami kepingin cepat-cepat mereview. Hasilnya tidak mengecewakan, khususnya di perbesaran secara optik