Tag: PULSA

Google dan Huawei Akhirnya Sepakat Bayar Ganti Rugi Pengguna Nexus 6P

Google dan Huawei Akhirnya Sepakat Bayar Ganti Rugi Pengguna Nexus 6P

Google dan Huawei diadukan telah setuju untuk menuntaskan gugatan class action dari pemakai Nexus 6P yang kedapatan merasakan masalah bootlooping atau ponsel mati secara tiba-tiba. Putusan pengadilan yang tertunda menciptakan kedua perusahaan akan bertanggung jawab menuntaskan gugatan class action dengan nilai total 9,75 juta dolar AS yang telah bergulir semenjak April 2017, yang mewajibkan mengubah kerugian 400 dolar AS untuk semua penggugat yang berpartisipasi.

Gugatan tersebut menuduh bahwa Google, yang mengontrak desain dan penciptaan smartphone Android pada pihak ketiga, Huawei salah satunya, melanggar jaminan perangkat sebab Google dituding menyadari masalah ini, namun tidak menanggapi bug yang terdapat pada Nexus 6P. Penggugat pun mengatakan bahwa Google terus memasarkan perangkat itu tapi tidak mengakui masalah ini.

Jika pengadilan mengamini penyelesaian pada sidang berikutnya pada tanggal 9 Mei, pemakai Nexus 6P di AS yang melakukan pembelian perangkat pada atau sesudah 25 September 2015 akan mengisi syarat guna mengklaim ganti rugi.

Proposal ketika ini mengaku bahwa mereka yang mengisi syarat guna penyelesaian dapat menerima sampai 400 dolar AS untuk perlengkapan mereka yang bermasalah, sedangkan mereka yang menerima Pixel XL dalam program pertukaran jaminan sebelumnya melulu akan menerima 10 dolar AS. Mereka yang menyerahkan arsip yang benar tentang bug itu akan menerima penggantian dengan nilai maksimal, sementara mereka yang tidak, melulu akan menerima 75 dolar AS.

Ini melulu salah satu dari tidak banyak gugatan class action berhubungan Android yang menyebabkan produsen menunaikan pemilik perlengkapan yang bermasalah. LG pun pernah merasakan gugatan class action dengan permasalahan yang sama berhubungan dengan perlengkapan G4, V10, V20, Nexus 5X, dan G5 pada Januari 2018 lalu.

Rasa Flagship di Kelas Menengah

Rasa Flagship di Kelas Menengah

Lagi, Vivo menghadirkan produk unggulannya untuk pasar negara berkembang yakni V-Series. Melewati penamaan dengan angka 13, V15 dihadirkan dengan mengusung desain layar penuh yang sesungguhnya, serta inovasi kamera depan eksentrik yang sebelumnya digunakan produk kelas premium pabrikan asal Tiongkok ini.Eksentrik dan AsimetrisEksentrik, menjadi kata yang layak mengambarkan tampilan fisik V15. Sebab, kendati inovasi “pop-up camera” telah berusia lebih dari setengah tahun, namun sejak muncul pada Vivo Nex, rancangan fisik semisal ini belum pernah diadopsi ponsel kelas menengah. Perpaduan Ultimate All Screen dan 32 MP Pop-Up Camera menjadi daya tarik yang membuat fisik V15 tampil satu tingkat di atas kelas harganya.Unit yang kami uji merupakan varian warna Royal Blue yang menyajikan gradasi warna dari biru-kehitaman di area atas, menuju biru terang di sepertiga area bawah. Sisi belakang ini seluruhnya tersaji glossy, menjadikannya berkilau sehingga terkesan mewah. Tapi di sisi lain, hal ini membuat sisi punggung V15 menjadi magnet yang bersahabat dengan noda sidik jari. Bukan masalah besar memang, sebab Vivo sudah menyertakan soft-case pada paket penjualan V15.Tak kalah menarik di sisi buritan adalah area kamera utama yang dihuni 3 lensa, sebuah lampu flash, serta tulisan “AI Triple Camera”. Area ini didesain menonjol sehingga menimbulkan kesan asimetris, yang mungkin bagi sebagian pengguna akan mengurangi estetika.Ultimate All ScreenSektor layar menjadi satu dari beberapa “selling point” yang dikedepankan Vivo pada jagoan barunya satu ini. Sesuai nama desainnya, Ultimate All Screen, Vivo berhasil membuat sisi depan ponsel ini seolah benar-benar seluruhnya dihuni oleh layar. Pada kenyataannya, tentu saja tidak sepenuhnya, sebab masih ada area dagu setebal kurang dari setengah sentimeter.Ukuran yang besar (6.5 inci) dan rasio widescreen (19.5:9) pun membuat layar V15 relatif nyaman digunakan bermain game atau menikmati konten video favorit.Sekali lagi, dengan layar yang begitu dominan di sisi depan, V15 tampak seperti penghuni kelas premium.Bukan hanya dominasi serta ukuran layar yang menjadi andalan, namun dinilai dari kualitas grafis, panel layar dengan resolusi Full HD+ ini juga terlihat tajam dan mampu menampilkan warna yang terkesan hidup.Untuk melindungi mata pengguna dari penggunaan layar dalam waktu lama, V15 dibekali fitur Eye Protection yang bisa diaktifkan secara manual maupun otomatis berdasarkan waktu yang ditetapkan pengguna. Fitur ini bisa diakses melalui menu Settings> Display and Brightness.Software TerkiniSebagai produk unggulan, tentu saja Vivo membekali V15 dengan teknologi terkini. Termasuk di sektor perangkat lunak (software), dimana ponsel ini telah dibekali Android versi teranyar (v.9/Pie) yang dibalut dengan sajian antar muka (user interface) khas Vivo yakni Funtouch OS yang juga sudah pada versi terbarunya.Seperti pada Funtouch versi sebelumnya, semua aplikasi langsung tersaji pada panel homescreen dengan panel paling kiri didedikasikan bagi fitur Smart Launcher yang memuat shortcut untuk sejumlah aplikasi favorit dan info terbaru seperti update kondisi cuaca, maupun jadwal kegiatan pengguna yang diambil dari aplikasi kalender.Salah satu pembeda interface Funtouch OS dari Android standar ada pada pemisahan notification tray dan quick toggle. Pada Funtouch OS (termasuk pada V15), notification tray masih diakses sebagaimana mestinya yakni dengan menyapu layar ke bawah dari sisi atas layar. Sedang quick toggle diakses sebaliknya, yaitu dengan menyapu layar ke atas dari sisi bawah layar.Ada fitur lain yang syarat manfaat dan bisa diakses pada Homescreen, yakni Global Search yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian file atau aplikasi yang tersimpan pada ponsel atau informasi apapun dari internet. Global Search diakses dengan menyapu layar ke bawah (di area tengah layar) pada panel homescreen.Kami juga mengapresiasi keberadaan tombol akses cepat menuju Google Assistant yang ada di sisi kiri V15. Dengan menekan tombol ini, pengguna tinggal berbicara kepada ponsel untuk memberikan perintah tertentu, seperti menyetel alarm, membuka aplikasi tertentu, memeriksa kondisi cuaca, bahkan untuk sekedar meminta digombal oleh sang asisten virtual.Kamera Selfie InovatifMeski bukan hal baru, namun mekanisme pop up camera unuk menyembunyikan kamera selfie demi mengejar sajian layar yang super dominan di sisi depan, memang layak diapresiasi.Tapi bukan hanya itu kelebihan kamera depan V15. Sebab ponsel ini merupakan salah satu ponsel pertama yang menggunakan modul kamera selfie dengan ukuran resolusi mencapai 32MP. Saat ini, ukuran resolusi ini merupakan yang tertinggi pada kamera selfie ponsel. Dengan resolusi sebesar ini, kamera depan V15 mampu menangkap gambar dengan detail yang sangat baik.Mengandalkan kamera selfie, V15 tentu saja dibekali fitur AI Face Beauty yang tidak hanya dapat mendeteksi dan mengaplikasikan efek filter secara otomatis, melainkan juga bisa diatur secara manual dengan 13 opsi pengaturan, mulai dari memperhalus kulit wajah, meniruskan rahang, mengatur lebar dahi, hingga ketebalan bibir.Yang juga menarik adalah menu Potrait Light Effect yang memungkinkan pengguna untuk mengaplikasikan efek pencahayaan (lighting) buatan. Tersedia 6 pilihan diantaranya Natural, Studio, Stereo, Loop, Rainbow, dan Monochrome Background. Efek yang disebutkan terakhir akan membuat latar belakang menjadi hitam-putih (monokrom), sementara pengguna sebagai objek utama swafoto akan tetap berwarna.AI Triple Kamera PertamaV15 merupakan produk pertama dari Vivo yang mengadopsi konfigurasi triple-camera. Ketiga kamera ini terdiri dari sebuah sensor utama beresolusi 12 MP, kamera Super Wide Angle 8MP dan sensor “pembantu” 5MP yang berfungsi sebagai depth sensor.Sensor utama 12MP disertai teknologi Dual Pixel yang membawa 24 juta photosensitive unit, menjadikan kamera utama V15 mampu menentukan fokus dengan lebih cepat dan tepat serta meningkatkan performa kamera utama ini dalam keadaan minim cahaya. Berkat teknologi ini pula, kamera utama V15 ini mampu mengabadikan gambar berukuran 48MP, yang menampilkan lebih banyak detail pada hasil foto.Sementara itu, sensor 8MP menjalankan perannya ketika kamera utama ponsel ini digunakan dalam mode Wide. Sudut area pandang akan meluas hingga 120 derajat, sehingga memungkinkan pengguna mengabadikan foto bersama (grup) ataupun pemandangan tanpa harus mundur terlalu jauh dari objek. Yang perlu diingat, sensitifitas sensor ini terhadap cahaya tidak sebaik sensor utama (12MP), sehingga ketika menggunakan mode Wide pada keadaan minim cahaya, foto yang dihasilkan akan memperlihatkan noise.Yang terakhir, sensor ketiga dengan resolusi 5MP hanya membantu kamera utama di kala mode Portrait Bokeh diaktifkan. Sensor ini akan menjalankan tugasnya untuk mendeteksi kedalaman atau jarak antara lensa, objek utama dan latar belakang sehingga bisa menghasilkan efek bokeh yang natural.Terkait fitur berbasis kecerdasan buatan, Vivo tampak meningkatkan fitur AI Face Beauty pada kamera utama V15 yang tidak hanya memungkinkan pengguna mengoreksi area wajah agar terlihat lebih menarik, melainkan juga mengoreksi bentuk tubuh agar terlihat lebih ideal. Pengguna bisa mengubah ukuran tubuh secara keseluruhan maupun di beberapa bagian saja semisal ukuran bahu, pinggang, paha, pinggul dan sebagainya.Hardware Kelas MenengahV15 dibekali chipset besutan MediaTek untuk kelas mid-range dengan fabrikasi 12nm, yakni P70. Chipset ini membagi 8 inti prosesor pada CPU ke dalam 2 cluster berbeda dengan konfigurasi big-LITTLE untuk keperluan berbeda. Cluster big berbasis Cortex A73 akan melahap komputasi yang membutuhkan kinerja tinggi, sedang cluster LITTLE berbasis Cortex A53 akan melakukan pekerjaannya untuk komputasi ringan seperti misalnya aplikasi yang berjalan pada background.Untuk urusan memory, ponsel ini membawa RAM berkapasitas 6GB dengan ruang penyimpanan internal seluas 64GB yang terbilang cukup untuk penggunaan moderat di kelas menengah. Jika dirasa kurang, pengguna bisa menambah kapasitas ruang penyimpanan dengan menggunakan kartu microSD hingga 256GB.Kami juga menilai V15 memiliki nilai plus di sektor hardware dengan kapasitas daya baterai yang besar. Apalagi daya baterai yang besar ini juga diimbangi dengan dukungan terhadap fitur pengisian daya cepat (fast charging).

Impresi Awal Huawei P30 Pro, Konsentrasi Pada Peningkatan Kamera

Impresi Awal Huawei P30 Pro, Konsentrasi Pada Peningkatan Kamera

Bahagia sekali Pulsa berpeluang mereview produk yang menarik ini. Sejak mula diperkenalkan pada 26 Maret 2019, ponsel ini unik perhatian tidak hanya pada pengaplikasian prisma pada lensa kamera guna mendapatkan gambar zoom yang lebih baik, tapi pun tentang motivasi Huawei dalam mengolah pendekatan di sisi kamera ponsel. Apa saja evolusi yang diangkut kamera Huawei P30 Pro? Pastinya tersebut yang menciptakan kami penasaran.

Tulisan ini sekaligus menjadi artikel hands on, mengulas impresi kami di menit-menit mula pemakaian produk ini.Nantikan review mendalamnya di sejumlah hari ke depan.

Ubah Tampilan PadaDesain Back Cover

Jika di produk-produk sebelumnya Huawei sempat memakai desain gradasi dua warnayang terinspirasi oleh gejala alam aurora, kemudian ada desain mengalir atau flowing design di Mate 20 Pro, maka kali ini Huawei mengupayakan memberi pendekatan berbeda.
Masih tetap terinspirasi oleh warna-warna yang dipersembahkan oleh alam, Huawei P30 Pro mengupayakan menggali lebih tidak sedikit warna gradasi. Kali ini sumber inspirasinya ialah Salt Flats atau dataran garam padat yang kerap menimbulkan efek cermin dengan pewarnaan bertolak belakang tergantung dari masa-masa dan musim yang berlangsung.
P30 pro menawarkan 3 pewarnaan yang menarik. Breathing Crystal, laksana yang akan kami review kali ini. Menggambarkan efek warna putih langit yang terpantul pada dataran luas dengan semburat warna biru di tengah sebagai kaki langit atau horison. Lalu terdapat Amber Sunrise yang ingin merah ke arah oranye, mencerminkan gradasi antara langit pagi dan pantulannya di ketika matahari terbit, pun ada warna Aurora dengan gardasi biru ke hijau.
Intinya, Huawei kembali hendak menegaskan kesan anggun lewat P30 Pro, menjadikannya produk yang rapi di sisi teknologi, namun pun tetap unik di sisi desain.

Layar AMOLED Hingga ke Tepian

Hal beda yang langsung dapat kita rasakan ketika memegang ponsel ini guna kesatu kali ialah layarnya yang tajam. Meski dengan resolusi khas seri P, yaitu 2340 x 1080 pixel atau masuk dalam kelompok FHD+ dengan rasio layar 19.5:9, layar ponsel tertampil rapi berkat pemakaian jenis layar OLED yang menyokong HDR. Penggunaan jenis layar ini pun membuatnya tampil cantik secara desain sebab memanfaatkan sisi ponsel dengan maksimal. Dengan demikian, bukan lagi ada bezel di unsur samping kiri dan kanan layar. Bahkan pada unsur ini kadang bisa tersentuh secara tidak sengaja ketika kita memegang unsur tepi ponsel ini.

Tapi terdapat teknologi beda yang unik di balik dalil pemakaian layar OLED ini. Selain mencantumkan sensor sidik jari di bawah layar, ponsel ini pun tidak lagi meluangkan speaker earpiece guna bertelepon. Sebagai gantinya Huawei memakai Huawei Acoustic Display Technology, dimana getaran suara dialirkan melewati layar mengarah ke ke telinga pemakainya.
Tidak perlu cemas suara lawan bicara akan tersiar dengan gampang oleh orang yang terdapat di sekeliling kita. Teknologi ini tetap bakal mempertahanakan privasi pembicaraan Anda, melulu untuk kita sendiri, layaknya memakai earpiece tradisional.

Untuk itu, maka kamera depan dapat dimuat dalam satu bentukan notch yang kecil bak cucuran embun (dew drop) tanpa butuh lagi ditemani oleh earpiece.

Dua Biometrik Andalan

Bergeser ke unsur fitur pengaman, Huawei P30 Pro memakai 2 pengaman biometrik sekaligus. Sampai sini pasti Anda beranggapan tidak terdapat yang menarik. Tapi tidak boleh salah, laksana pendahulunya, Mate 20 Pro, ponsel ini pun sudah dibekali sensor sidik jari di bawah layar. Dan performanya sudah dapat dibilang mumpuni. Ada perbaikan dari penerapan di produk sebelumnya.
Bersama dengan in-display fingerprint sensor, pun ada face detection. Anda dapat memilih behavior nya apakah langsung membuka lock screen ke home screen, atau melulu membuka kuncinya saja, sedangkan untuk ke homescreen kita masih mesti menggeser klayar ke atas.

Bila dua-duanya diaktifkan, pastikan kita memilih face detection guna langsung membuka layar. Kalau tidak nanti ada tidak banyak rancu.

EMUI 9 Yang Tetap Potensial

Sebagai custom UI, EMUI bukan anak kemarin sore. Pengembangannya terus berkelanjutan dan menyerahkan sejumlah fitur-fitur anyar di masing-masing versinya. Kali ini bareng dengan UI bawaan Google Pie, sejumlah faedah lawas dan baru yang anda butuhkan sudah dapat kita gunakan. Terutama di sisi kontroling memakai gesture, multiscreen, one hand mode dan sebagainya.

Tapi, andai Anda membelinya sekarang, hari ini juga, maka Anda barangkali harus menunggu sejumlah saat guna mendapatkan update baru lagi yang membawa tidak sedikit fitur menarik, di antaranya di sisi kamera, sinkronisasi dengan perankat dan perkakas beda dan sebagainya.

Tidak tidak sedikit yang dapat dikeluhkan dari EMUI anyar ini, kecuali pada tampilannya yang mungkin untuk sebagian orang dirasakan terlalu kaku. Itupun tidak memerlukan waktu terlampau lama guna terbiasa.

Chipset Kirin Teranyar

Seperti sudah dilafalkan di dalam judul dan paragraf kesatu artikel ini, layaknya seri P huawei lain, P30 Pro lebih ingin berkonsentrasi pada kamera. Tapi bukan berarti hal performa ditinggalkan.

Huawei P30 memakai chipset sama yang dipakai Mate 20 Pro. Yaitu Kirin 980. Memadukan CPU, GPU dan NPU guna efisiensi daya yang lebih baik. Ponsel ini di atas kertas mempunyai performa yang buas. Ditambah dengan teknologi penghantar panas yang lebih baik, maka ponsel ini terasa lebih adem ketimbang Mate 20 Pro ketika dipakai ngegame PUBG.

Mengingat kedua ponsel ini telah sama-sama memakai GPU Turbo, maka ademnya P30 Pro adalahhasil dari pemakaian rancangan Huawei SuperCool, yang memadukan lapisan graphene, grafit dan desain pipa penghantar panas untuk menambah performa ponsel.

Produk yang terdapat di meja review PULSA ini adalahvarian yang bisa jadi besar bakal diluncurkan di Indoneisa tanggal 12 April mendatang. Yakni produk dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB.
Kami sempat menguji dengan beberapa software benchmarking dan hasilnya relatif lebih rendah dari Mate 20 Pro. Meskipun tidak terlampau signifikan. Artinya kinerja dua-duanya kami percaya sedang di satu level yang sama. Hanya saja fakta ini menciptakan kami lebih yakin bahwa P30 Pro memang ingin lebih berkonsentrasi pada pengembangan kamera.

Banyak Perubahan di Kamera

Nah unsur kamera ini yang sangat seru guna dikupas. Seperti yang sudah kita ketahui, semenjak P9, Huawei berkolaborasi dengan pabrikan kamera Leica dalam mengembangkan sensor dan algoritma pemungutan gambarnya. Dan masing-masing produk baru pasti membawa peningkatan fitur, tak terkecuali di Huawei P30 Pro ini.
Perubahan kesatu, yang terlihat ialah hadirnya 4 kamera di unsur belakang, 3 tersusun memanjang dari atas ke bawah, dan satu lagi ditaruh di bawah flash. Satu kamera yang menduduki titik sangat atas adalahkamera 20MP ultrawide angle (16 mm) f2.2. Sementara di bawahnya terdapat 40MP wideangle lens (27mm) f1.6.

Sedangkan dua kamera lain, yaitu yang sangat bawah di kumpulan yang tersusun memanjang ini, ialah kamera baru yang memakai teknologi periskop. Desain laksana ini telah diperkenalkan kesatu kali semenjak MWC 2017 kemudian oleh vendor pesaing. Sebagai penyelesaian untuk menemukan gambar yang solid menggunakan sejumlah tumpuk lensa yang tersusun menyamping, sampai-sampai tidak menciptakan ponsel jadi tampak gendut. Lalu untuk menciduk gambar sampai sampai ke sensor melewati tumpukan lensa tersebut, maka mereka memakai kaca prisma yang bakal membelokkan cahaya ke arah samping, dimana tumpukan lensa dan sensor berada.

Dengan semakin tidak sedikit lensa yang tercebur dalam pemungutan gambar melewati kamera ini, maka saya dan anda bisa melakukan perbesaran gambar yang setara dengan perbesaran optical. Dimana kualitas potret dapat dijaga meski merasakan perbesaran. Dalam urusan ini Huawei P30 Pro dapat menangkap gambar dengan perbesaran 5X secara optical, 10X hybrid dan sampai 50 X secara digital.
Lalu yang terakhir terdapat kamera ToF Depth sensing, singkatan dari Time of Flight. Merupakan sensor kamera untuk memisahkan jarak antara obyek utama dengan latar belakang. Secara teori, potret portrait yang dapat dihasilkan oleh ponsel ini akan menunjukkan gambar bokeh yang lebih halus tanpa tampak artifisial.

Percobaan yang kami lakukan lumayan untuk menjelaskan makna penting hadirnya kamera ini dalam menambah kualiatas potret portrait di Huawei seri P.
Lalu masih di urusan pemungutan gambar, secara spesifikasi kamera P30 Pro telah bisa tidak sedikit bicara soal kemampuannya menciduk cahaya. Bukaan kamera utamanya ialah f/1.6. Tapi tersebut saja belum cukup, Huawei P30 Pro pun adalahproduk kesatu Huawei yang memakai sensor RYYB (red yellow yellow blue) menggantikan sensor RGGB (red green green blue).

Mengganti filter berwarna hijau dengan kuning, bakal meningkatkan keterampilan sensor dalam menciduk lebih tidak sedikit warna hijau dan merah ke dalam spektrum warna yang terlihat. Ini akan menambah kapasitas cahya yang masuk, sampai 40 % lebih banyak.

Kamera Huawei P30 Pro sekarang mempunyai ISO yang besar, yaitu 409.600 (empat ratus sembilan ribu enam ratus).

Berbagi Daya Secara Nirkabel

Kehadiran keterampilan wireless reverse charging di Huawei Mate Pro, meskipun tadinya dianggap nge-troll, namun dialami manfaatnya oleh sejumlah pemakai yang kami temui. Mungkin atas dasar yang sama, maka fitur ini pulang dihadirkan di produk P30 Pro.

Karena kapasitas baterai P30 Pro sendiri telah mumpuni, yaitu di angka 4200 mAh dengan sokongan fast charging (huawei super charge), maka membagi daya dengan sesama pemakai ponsel yang menyokong pengisian daya nirkabel tidak bakal menjadi masalah.

Demikian artikel impresi mula PULSA tentang Huawei P30 Pro ini. Pengen tahun harga Huawei P30 Pro sah dan bagaimana kamera huawei P30 Pro ini lebih lanjut? Nantikan reviewnya secara lebih mendalam di sejumlah hari mendatang.

Adu Ponsel 2 Jutaan: Realme 3 VS Samsung Galaxy M20, Saat Harga Tak Cerminkan Performa

Adu Ponsel 2 Jutaan: Realme 3 VS Samsung Galaxy M20, Saat Harga Tak Cerminkan Performa

Kelompok ponsel di rentang harga 2 jutaan kedatangan penghuni anyar, yaitu Realme 3 dan Galaxy M20 dari Samsung. Keduanya muncul dengan menangkap tidak sedikit sorotan karena sekian banyak fitur yang ditawarkannya. Pertanyaan, mana diantara dua-duanya yang mempunyai value lebih tinggi dan pantas direkomendasikan? Simak rubrik compare berikut.
Gradasi vs Polos
Dipandang dari segi muka, kedua ponsel terlihat begitu serupa dengan layar berponi yang didesain ala cucuran air sebagai lokasi mukim kamera selfie. Poni minimalis ini punya sebutan bertolak belakang di kedua pabrikan. Realme menyebutnya “Dewdrop Display” sedangkan Samsung menjuluki desain layar laksana ini dengan “Infinity-V”.
Beralih ke sisi belakang. Buat pemakai yang tidak begitu mementingkan tampilan jasmani mungkin bakal merasa dua-duanya sama saja. Dengan peletakan lensa kembar kamera utama plus LED flash di lokasi sudut kiri atas, pun pemindai sidik jari di lokasi tengah, Realme 3 dan Galaxy M20 memang punya kesamaan.
Namun untuk pemakai yang peduli dengan rinci desain serta nilai estetika, pasti sajian yang diserahkan oleh Realme 3 jadi jauh lebih menarik.
Sajian warna gradasi dari biru-keunguan di lokasi atas sampai menjadi biru-kehijauan (tosca) di lokasi bawah berkontribusi besar menimbulkan kesan mewah pada Realme 3 varian warna Radiant Blue ini. Bandingkan dengan Galaxy M20 varian Charcoal Black yang terkesan polos dengan warna gelap yang merata di sepanjang body ponsel ini.

Dengan lapisan glossy, cat cover belakang Realme 3 terkesan seolah tercipta dari material logam yang semakin menguatkan kesan mewah pada ponsel ini. Meski demikian, dua-duanya sama-sama mudah dicemari bekas sidik jari. Hal ini diantisipasi dengan baik oleh Realme dengan menyertakan softcae pada paket penjualan Realme 3.

Di samping kamera utama dan pemindai sidik jari, beberapa besar tombol dan port pada kedua ponsel ditaruh pada posisi yang berbeda. Perbedaan lainnya, Realme masih memakai port microUSB guna sambungan data dan pengisian daya ponsel. Sementara Galaxy M20 sudah membawa port USB type-C yang lebih kekinian.
Layar: Serupa Tapi Tak Sama

Seperti dilafalkan sebelumnya, secara kasat dan sekilas, kedua ponsel ini mempunyai layar yang sejenis berkat desain poni minimalis yang dipakai keduanya. Namun secara detail sebetulnya ada sejumlah perbedaan pada keduanya.
Yang kesatu, menurut data spesifikasi yang tertulis secara resmi terdapat selisih tidak cukup dari satu inci pada ukuran layar keduanya. Meski demikian, perbedaan ini hampir tidak terasa walau ketika dua-duanya disandingkan.

Perbedaan berikutnya malah lebih terasa, yaitu pada rasio layar keduanya. Layar pada Galaxy M20 tampak lebih memanjang, sedang kepunyaan Realme 3 tampak lebih lebar. Kendati demikian, saat dipakai untuk memutar konten video yang beberapa besar ber-rasio 4:3 atau 16:9 bakal terlihat lokasi hitam (kosong) di kanan dan kiri frame pada kedua ponsel, karena rasio ultra wide screen 19:9 atau 19,5:9 belum menjadi standar pada bentuk video. Dan ketika gambar diperbesar (zoom in) untuk mengisi layar, bakal ada lokasi yang terpotong di unsur atas dan bawah frame.

Di sisi lain, resolusi layar Galaxy M20 lebih tinggi dibanding kepunyaan layar Realme 3 (FHD+ vs HD+).

Software

Salah satu ruang untuk pabrikan untuk mengindikasikan identitasnya ialah melalui tampilan sistem operasi Android yang dibungkus dengan user interface hasil rancangan masing-masing. Hal ini pula yang tersaji pada kedua ponsel yang PULSA bandingkan.
Realme 3 membawa Color OS versi teranyar (V6.0) sedang Galaxy M20 menyajikan sistemnya dalam tampilan ala Samsung Experience (SE) yang pun pada versi teranyarnya (V9.5).

Sayangnya Samsung terlihat “menyunat” sejumlah fitur pada SE kepunyaan Galaxy M20 ini. Seperti contohnya fitur Bixby Home yang seringkali menempati panel sangat kiri pada Homescreen. Di sisi lain, Color OS V6.0 pada Realme 3 tampil maksimal tergolong dengan membawa fitur Smart Assistant yang ditaruh di panel sangat kiri. Panel Smart Assistant ini memuat informasi situasi cuaca, penghitung tahapan dan event yang tersimpan di kalender pemakai. Selain tersebut ada akses cepat mengarah ke kontak favorit, kalender, dan software favorit pemakai.

Di sektor perangkat empuk (software) ini, Realme 3 dapat dikatakan lebih unggul. Sebab secara default ponsel ini telah membawa Android versi teranyar yakni Pie (Ver.9). Dikombinasikan dengan Color OS terbaru, tampilan antar muka pada sistem Realme 3 menawarkan sejumlah empiris fresh, seperti contohnya pada pengoperasian navigasi sistem yang secara default melulu menyediakan 2 tombol virtual di lokasi navigasi sistem di sisi bawah layar. Tombol tersebut ialah back dan home. Uniknya tombol home ini menyimpan faedah lain. Jika digeser ke kanan, maka pemakai bisa beralih antar software yang berlangsung pada system background secara cepat.

Sementara guna sajian recent task, pemakai lumayan melakukan sapuan ke atas (swipe up) dari unsur kanan lokasi navigasi (navigation bar).

Interface ponsel ini pun membawa faedah tambahan pada tombol lock/power di sisi kanan. Selain guna mengunci layar dengan mengurangi secara cepat, pemakai juga dapat mengakses Google Asistant dengan mengurangi tombol ini sekitar setengah detik.

Hardware

Meski harga varian tertinggi Realme 3 (4/64) lebih murah dikomparasikan banderol harga Galaxy M20 (3/32) dengan selisih menjangkau Rp.400 ribuan, tetapi Realme 3 jelas lebih unggul di beberapa besar sektor yang PULSA ujikan. Namun kelebihan tersebut dapat dikatakan sangat terasa pada di sektor satu ini, yakni Hardware.

Sebab chipset Helio P60milik Realme 3 memang berada di ruang belajar yang lebih tinggi dikomparasikan Exynos 7904 milik Galaxy M20. Helio P60 besutan MediaTek membawa teknologi fabrikasi lebih canggih, serta kecepatan prosesor yang jauh lebih tinggi dikomparasikan kompetitornya tersebut.

Bukan melulu itu, Helio P60 membawa GPU Mali-G72 MP3 yang notabene adalahperbaikan dan penambahan dari Mali-G71MP2 yang terdapat pada Exynos 7904.

Mali-G72 MP3mempunyai kecepatan inti (core) 850MHz, sedang Mali-G71 MP2 melulu sebatas 770MHz. Hal ini pasti berimbas pada kinerja grafis yang lebih baik untuk Realme 3.

Seperti diketahui, walau pada varian tertingginya, Realme 3 jauh lebih hemat dibanding Galaxy M20. Padahal dengan memilih varian tertinggi, pemakai tidak hanya dapat menghemat duit yang cukup tidak sedikit melainkan juga dapat mendapatkan ruang penyimpanan 2 kali lebih luas (32GB VS 64GB) sehingga dapat lebih tidak sedikit menyimpan koleksi file multimedia dari audio, video dan potret dalam ponsel. Di samping itu kapasitas RAM yang diperoleh pun lebih tinggi sehingga memastikan kinerja multitasking yang lebih memuaskan.

Di sektor perlengkapan keras, Galaxy M20 memang mempunyai kapasitas daya baterai yang lebih banyak (5000 mAh vs 4230 mAh) tetapi berkat chipset yang tepat guna dalam konsumsi daya baterai, Realme 3 mampu berlomba dengan paling baik dalam urusan lama masa-masa aktif dari situasi baterai sarat hingga berakhir sepenuhnya.
Kamera

Di sektor kamera, Realme dan Samsung terlihat membekali jagoannya dengan skema yang sama. Lensa ganda pada kamera utama di belakang dan lensa tunggal guna kamera Selfie di sisi depan.
Perbedaan terdapat pada resolusi sensor yang digunakan. Kamera utama Realme 3 memakai konfigurasi 13MP+2MP sedang Galaxy M20 menggunakan campuran sensor 13MP+5MP. Sementara pada kamera selfie, Realme 3 membawa sensor 13MP sedang Galaxy M20 melulu sebatas 8MP.

Beralih pada fitur yang disediakan kamera. Realme menyajikan 3 mode utama Video, Foto dan Potrait. Mode portrait dipakai untuk membuat potret dengan efek bokeh. Namun opsi fitur yang disediakan kamera utama tidak saja 3 mode tersebut. Sebab masih terdapat mode, Chromaboost, Nightscape, Pano, Expert (manual), Time-lapse dan Slo-Mo.
Sementara Galaxy M20 meluangkan opsi Otomatis, Stiker, Foto Rangkaian (Continuous Shot), Live Focus, Kecantikan (Beauty), Pro dan Panorama.

Seperti yang diketahui, ukuran resolusi serta jumlah fitur yang ditawarkan pada kamera ponsel memang tidak serta merta merepresentasikan kualitas potret yang dihasilkan. Bagi itu, pasti saja PULSA memungut sejumlah potret dengan memakai kedua ponsel.

Saat situasi penerangan mencukupi seperti di siang hari, PULSA menggiatkan fitur Chromaboost pada Realme 3 dan HDR pada Galaxy M20. Keduanya terlihat menyajikan dynamic range yang tinggi, tetapi Realme 3 terlihat menyajikan rinci yang lebih baik. Disamping tersebut sajian warnanya juga terlihat lebih terang (vivid).

Demikian pula dalam situasi pencahayaan redup, berkat fitur Nightscape, hasil bidikan kamera Realme 3 tampak jauh lebih baik dari yang diproduksi kamera Galaxy M20. Mode Nightscape mempermudah pemakai guna memotret saat situasi cahaya gelap tanpa pertolongan tripod. Cukup digenggaman tangan, ponsel ini bakal menghasilkan potret bebas blur walau sensor menciduk citra dalam masa-masa yang panjang (long exposure).
Kesimpulan

Seperti dilafalkan sebelumnya, Realme 3 boleh disebutkan menang telak dalam komparasi kedua ponsel penghuni rentang harga 2 jutaan ini. Produk dari pabrikan sub-brand Oppo ini memang unggul di nyaris seluruh sektor yang PULSA ujikan.

Realme 3 mempunyai desain jasmani lebih atraktif dengan warna gradasi yang elegan, OS lebih fresh dengan empiris pemakaian yang baru, kamera dengan hasil bidikan lebih berkualitas, harga lebih hemat dan yang terpenting, performa yang jauh lebih baik.

Bahkan bila dikomparasikan dengan ponsel beda di rentang 2 jutaan pun, tampaknya Realme 3 ini tetap menawarkan value yang tinggi. Hal ini memperlihatkan bahwa harga (price) dan nilai (value), tidak selamanya tidak jarang kali berjalan beriringan.

Review IMOO Watch Y1: Jam Pintar untuk Pantau Aktivitas Anak

Review IMOO Watch Y1: Jam Pintar untuk Pantau Aktivitas Anak

Bagi orang tua yang mempunyai anak usia sekolah, memantau kegiatan mereka pasti bukan suatu hal yang mudah. Terutama ketika anak bermain seusai kembali sekolah. Sejumlah vendor mengerjakan inovasi guna memenuhi keperluan ini dengan menciptakan perangkat yang tidak sebatas nyaman guna anak-anak, tapi pun menyediakan pilihan pengawasan anak-anak. Salah satunya ialah Imoo.

Vendor elektronik ini menghadirkan perlengkapan jam pintar yang eksklusif ditujukan guna memantau tempat anak bermain. Diberi nama Imoo Watch Y1, perlengkapan ini adalahjam pintar yang muncul untuk memantau pekerjaan anak ketika berada di lingkungan sekolah maupun ketika bermain di luar rumah.

Tiba di pasaran dengan harga Rp 999.000, Imoo Watch Y1 muncul memberikan solusi untuk orang tua yang sibuk bekerja guna mengetahui tempat anak ketika bermain. Fitur apa saja yang ditawarkan oleh perlengkapan ini? Yuuk, simak ulasannya inilah ini.

Untuk antarmukanya, Imoo Watch Y1 muncul dengan panel layar berukuran 0,91 inci. Tepat di bawah layar ada tombol berlogo telfon yang bermanfaat sebagai tombol eksekusi ketika hendak mengetahui fitur-fitur yang ditanamkan. Pada unsur belakangnya ada tombol power, slot nano-SIM card yang melulu mempunyai akses data 2G serta port untuk mengerjakan pengisian baterai.
Fungsionalitas

Ditujukan guna memantau kegiatan anak, jam pintar ini telah dibekali dengan pelbagai fitur yang urgen yang dapat memantau tempat anak ketika di sekolah ataupun di luar rumah. Imoo Watch Y1 telah dibekali dengan fitur Real-time Locating dimana semua orang tua dapat memantau tempat anak secara langsung. Bagi memaksimalkannya, jam pintar ini telah dibekali dengan GPS, Base Station serta akselerasi sensor pemosisian dan A-GPS.

Fitur yang tak kalah pentingnya ialah jam pintar ini memungkinkan orang tua guna menghubungi anaknya ketika bermain. Berbekal fitur panggilan 2 arah berbasis teknologi LDS (Laser Direct Structuring) dan sirkuit 3D termutakhir memungkinkan anak maupun orang tua untuk mengantarkan pesan berbasis suara. Di samping itu, orang tua dapat mengantarkan pesan secara tertulis.

Di samping kedua fitur urgen ini, Imoo Watch Y1 pun dibekali dengan sekian banyak fitur penyokong lainnya. Mulai dari meningkatkan teman yang memakai perangkat yang sama guna dapat mengirim pesan suara, keluarga chat yang dapat mengirimkan pesan melalui software Imoo Watch dan yang unik lainnya merupakan. Orang tua dapat bakal mendapatkan pesan saat anak telah berada di sekolah maupun saat kembali ke rumah.
Untuk menyerahkan anak berkonsentrasi saat sekolah, Imoo menenggelamkan fitur Class Mode dimana orang tua tidak dapat mengirim pesan. Namun orang tua masih dapat memantau tempat anak ketika berada disekolah. Yang lumayan menarik ialah jam pintar ini telah dibekali dengan fitur penghitung langkah. Dimana fitur ini bisa mengkalkulasikan jumlah tahapan yang dilaksanakan oleh anak sekitar 1 hari.

Selain sejumlah fitur urgen yang telah disebutkan, jam pintar ini memiliki sejumlah fitur ekstra mulai dari pesan darurat, blokir pesan yang masuk, cadangan daya darurat, stopwatch dan yang lainnya.

Penggunaan

Untuk dapat memakai jam pintar ini secara maksimal, Imoo telah menyediakan software khusus yang terdapat untuk smartphone berbasis Android. Aplikasi ini mempunyai nama Imoo Watch Phone, dimana orang tua mesti mengikutsertakan nomer telfon yang akan dipakai untuk jam pintar ini. Selain tersebut orang tua pun harus memenuhi informasi sekolah, masa-masa sekolah serta rute sekolah.
Satu urusan yang unik dari jam pintar ini ialah kemampuan tahan air yang dimilikinya. Jam pintar ini telah mendapatkan sertifikat IPX8 yang menunjukkan bahwa jam pintar ini tahan dipakai ketika terpapar atau terendam air. Namun jam pintar ini tidak dapat dipakai untuk kegiatan renang.
Kesimpulan

Imoo Watch Y1 muncul memberikan solusi untuk orang tua guna memantau kegiatan anaknya baik ketika berada di sekolah maupun sedang di luar rumah. Dengan sekian banyak fitur yang dimilikinya, jam pintar ini memberikan fasilitas kepada orang tua untuk mengerjakan aktivitasnya masing-masing. Sayangnya, guna mendapatkan jam pintar ini, kamu harus merogoh kocek yang lumayan dalam.

Review OPPO F11 Pro: Jagokan Kamera 48 MP untuk Low Light Portrait

Review OPPO F11 Pro: Jagokan Kamera 48 MP untuk Low Light Portrait

OPPO F11 Pro menjadi opsi baru smartphone di ruang belajar mid-end. Perangkat ini dijejali pelbagai inovasi terkini di industri smartphone. Pun demikian, OPPO F11 Pro menjadi tonggak mula bagi OPPO untuk berpindah dari jargon Selfie Expert mejadi Brilliant Portrait dan mengedepankan keterampilan kamera untuk potret Low Light.

Tampil dengan konsep desain kekinian yang elegan, OPPO F11 Pro muncul dengan menyuguhkan layar sarat tanpa notch yang mulai menjadi tren baru smartphone ruang belajar menengah. Berbekal banderolan harga Rp 4.999.000, OPPO F11 Pro dianggap menjadi di antara produk dengan pemesanan mula paling laris sesudah OPPO F9 6GB.
Paket Penjualan: Handset, Adapter Charger, Kabel Micro USB, Headset, Soft Case, Buku Manual, Kartu Garansi, SIM Ejector

Warna: Thunder Black, Aurora Green

Harga: Rp 4.999.000

Kesan kesatu ketika menggenggam perlengkapan ini, canggih dan berkelas. Desain OPPO F11 Pro terinspirasi dari Find X, khususnya struktur unsur belakang. OPPO menyebutnya mengadopsi desain transparan fosil getah kayu. Bagian ini terlihat lumayan mencolok, dengan permukaan halus bak kaca yang mempunyai pantulan obyek layaknya cermin.
Untuk cover belakang ini, OPPO F11 Pro menawarkan dua opsi warna keren yaitu Thunder Black dan Aurora Green. Kebetulan, unit yang diuji PULSA adalahvarian Thunder Black. Di varian ini, OPPO menghadirkan gradasi tiga warna guna kesatu kalinya di seri F. Perpaduan warna menarik di OPPO F11 Pro Thunder Black ini menghasilkan tampilan visual yang apik, serupa di Find X. Ada warna merah dan biru pada unsur tepi, yang bila disaksikan dari sudut tertentu nampak laksana warna hitam klasik. Sementara guna varian F11 Pro Aurora Green, OPPO melulu memulasnya dengan kombinasi 2 warna gradien yang sepintas terlihat menyusun huruf S.

Lewat kombinasi warna yang lumayan kental ini, refleksi kaca yang umumnya mudah meninggalkan bekas sidik jari, di OPPO F11 Pro malah jadi terminimalisir. Artinya, OPPO memang benar-benar mengerjakan riset lumayan mendalam berhubungan inovasi desain di perlengkapan ini.
Untuk struktur bodinya sendiri, OPPO F11 Pro ini mempunyai sisi yang agak membulat di unsur atas dan bawah frame. Tujuannya, pasti saja untuk menyerahkan kenyamanan yang lebih maksimal saat perangkat digenggam. Di samping itu, permukaan bak kaca yang dipunyai OPPO F11 Pro ini nyatanya tidak terasa licin loh.

Satu urusan yang lumayan unik dari desain belakang perlengkapan ini ialah struktur kamera, sensor fingerprint dan logo perusahaan yang diciptakan satu garis vertikal. Kebanyakan netizen memandang model ini ‘mencontek’ karakter desain smartphone teranyar Nokia. Padahal, OPPO sendiri telah sejak mula punya perlengkapan yang mempunyai konsep vertikal tersebut. Salah satunya terdapat pada OPPO U705T Ulike 2 dan Find 5.
Panoramic Screen
Masih terdapat kaitannya dengan konsep desain, F11 Pro mempunyai struktur layar yang luas dan tanpa poni (notch). OPPO menyinggung konsep layar yang diangkat F11 Pro ini dengan istilah Panoramic Screen. Konsepnya sama serupa dengan yang diangkut Find X. Untuk menemukan model layar sarat ini, OPPO menghadirkan teknologi rising camera di F11 Pro.

Bentang layar ponsel ini menjangkau 6.53 inci, dengan jenis LTPS IPS beresolusi Full HD+. Meski tidak sedikit disayangkan oleh konsumen sebab tidak memakai Super AMOLED, tetapi layar yang dipunyai OPPO F11 Pro ini tetap dapat menghadirkan kejernihan dan ketajaman warna maupun gambar yang maksimal.

Menariknya, komparasi rasio layar ke bodi OPPO F11 Pro menjangkau 90.9% yang dianggap terbesar untuk perlengkapan di lini F Series. Rasio aspek layarnya sendiri 19.5:9 dengan frame rate 60 fps yang membuatnya tampak lebih lapang tetapi tidak menciptakan bodi ponsel menjadi tambun. Kombinasi ini tentunya dapat menghadirkan empiris entertainment yang lumayan mumpuni, terlebih untuk yang kegemaran bermain game dan menyaksikan video.

Buat yang cemas sama layar, tenang OPPO F11 Pro telah melapisinya dengan kaca pelindung anti baret. Tapi tidak anti pecah ya, lagipula kalau sengaja dibanting-banting biar rusak. Di F11 Pro ini OPPO memakai Dragontrail. Beda dengan OPPO F11 yang memakai Gorilla Glass 5.

Untuk hal layar ini, ColorOS 6 yang diangkat OPPO F11 Pro pun menghadirkan sejumlah pengaturan urgen yang bisa dimanfaatkan untuk menambah performa layar. Mulai dari penataan tingkat kecerahan (brightness), penyesuaian temperature layar, model rotasi layar, tampilan full screen sampai ukuran fontasi. Tidak melulu itu, F11 Pro pun menyertakan fitur pelindung mata dari pengaruh efek cahaya biru berlebih yang kabarnya dapat merusak mata guna jangka masa-masa lama. Fitur yang dinamakan Night Shield ini dapat dibilang telah menjadi kemudahan wajib di semua perlengkapan OPPO keluaran terbaru.
Beranjak ke unsur dalam, OPPO F11 Pro telah dibekali antarmuka yang lebih segar dan baru yaitu ColorOS 6 yang berbasiskan Android 9.0 Pie. Perpaduan dua-duanya mampu menghadirkan empiris pemakaian lebih cepat dan ringan, dengan tampilan yang bersih (clean).

Di user interface teranyar ini, tidak sedikit peningkatan yang disuguhkan OPPO. Sistem ini pun menawarkan sejumlah fitur baru laksana gerakan navigasi, mode berkendara, dan pemungutan gambar yang pun terintegrasi dengan fitur belanja. Bahkan, sejumlah fungsi yang sebelumnya muncul di ColorOS lama pun mendapat penambahan kemampuan. Sebut saja Smart Assistant dan Smart Bar yang lebih maksimal lagi fungsinya.
Untuk sistem ketenteraman ponsel, di samping mengandalkan mode standar berupa PIN, Password maupun Patern OPPO F11 Pro pun dibekali oleh dua kemudahan terbaik sekaligus. Pertama terdapat fingerprint yang panel sensornya terdapat di unsur belakang bodi serupa di bawah sensor kamera. Kedua, Face unlock yang mengandalkan kamera pop-up dan didukung teknologi terbaru.

Soal performa, kedua model pengaman ponsel ini dapat menyuguhkan kinerja yang maksimal. Sensor fingerprint misalnya, bisa mendeteksi data sidik jari dengan baik dan akurat, serta dapat membuka layar dengan cepat. Sementara Face Unlock dapat mendata informasi dan karakter wajah secara cepat. Saat diuji coba, Face Unlock di F11 Pro ini dapat mendeteksi wajah dengan baik bahkan saat pemakai memakai kaca mata.

Menariknya, baik fingerprint maupun Face Unlock, selain bisa dimanfaatkan guna membuka layar pun dapat dipakai untuk mengunci software (APP Lock) dan Private Save.
Dual Camera 48 MP guna Low Light Portrait
Di jajaran F Series, F11 Pro adalahperangkat kesatu yang disokong kamera utama 48 MP. Berbeda dengan R17 Pro yang punya Triple Camera, di F11 Pro ini OPPO melulu membekalinya dengan kamera ganda riil 48 MP + 5 MP. Kamera utama 48 MP ini memakai sensor Samsung ISOCELL GM1, dengan bukaan lensa f/1.79.

Kamera utama F11 Pro didukung lensa 6P dengan teknologi Tetracell. Kombinasi ini dapat meningkatkan kepekaan terhadap cahaya yang masuk dan dapat menghasilkan gambar yang lebih cerah. Teknologi kamera yang dipunyai F11 Pro ini secara teknis bakal menganalisa dan menggabungkan data yang diciduk oleh empat piksel yang berdampingan untuk menjadikannya setara dengan ukuran piksel tunggal 1,6μm. Nantinya, sistem kamera bakal melipatgandakan ukuran piksel potret untuk menghasilkan jepretan portrait yang cerah dan tajam.

Secara default, kamera OPPO F11 Pro ini akan menata sensor kamera di resolusi 12 MP. Namun andai pemakai hendak merasakan sensasi kamera 48 MP, mesti mengerjakan pengaturan manual rasio foto. Sayangnya, di pilihan 48 MP ini pemakai tidak dapat memanfaatkan mode HDR, Dazzle Color, Filter, zoom dan sejumlah fungsi standar kamera lainnya.
Berdasarkan data spesifikasi, kamera utama OPPO F11 Pro ini informasinya menggunakan system ball-bearing closed-loop VCM dengan masa-masa mendapatkan titik konsentrasi super cepat, melulu sekitar 0,1 detik. OPPO mengklaim, teknologi ini lebih cepat 600-700ms dibanding system open-loop VCM. Dengan kemampuan konsentrasi yang lebih cepat ini, pemakai dapat dengan leluasa guna menjepret obyek potret baik yang posisinya diam maupun ketika bergerak.

Di F11 Pro ini OPPO mengunggulkan keterampilan kamera guna menghasilkan potret Low Light. Lewat opsi Ultra Night Mode, kamera utama F11 Pro akan bekerjasama dengan teknologi kecerdasan produksi (AI) yang lebih baru. Menariknya, Ultra Night Mode di OPPO F11 Pro ini secara otomatis dapat membedakan wajah insan dengan latar belakang dan menyerahkan perlindungan eksklusif pada lokasi wajah. Hasilnya, pasti saja potret portrait dengan detil yang tajam.
Beberapa sampel potret malam yang sukses PULSA dokumentasikan memakai kamera OPPO F11 Pro, benar-benar menunjukkan detil gambar serta penyinaran yang benar-benar tajam serta akurat. Hampir tidak tampak ada noise maupun over eksposure.
Tidak melulu itu, kamera OPPO F11 Pro pun didukung Color Mapping yang secara otomatis dapat merekonstruksi warna secara akurat menurut skema potret yang berbeda, serta menambah warna supaya terlihat lebih hidup. Cocok banget deh guna yang kegemaran foto-foto. Di sini, kamera F11 Pro pun mempunyai AI Scene Recognition yang menemukan peningkatan. Kini, bisa mengenali 23 tipe skema potret serta 864 kombinasi potret untuk menghasilkan efek potret terbaik dengan mudah.
Layaknya kamera smartphone masa kini, OPPO F11 Pro pun menyertakan pelbagai mode lanjutan laksana Panorama, Time-lapse, Slo-Mo bahkan Expert. Serunya, antarmuka kamera F11 Pro pun sudah terintegrasi dengan Google Lens loh. Fitur baru ini menawarkan pelbagai fungsi lanjutan yang terintegrasi langsung dengan kamera, seperti Scan text, mendeteksi lokasi/tempat bahkan merekomendasikan ke website belanja. Tapi agar Google Lens bisa bermanfaat dengan maksimal, perlengkapan harus terkoneksi dengan jaringan data.

16 MP Pop-up Selfie

F11 Pro memang bukan perlengkapan kesatu yang merealisasikan konsep kamera pop-up. OPPO sendiri pernah mengenalkan smartphone dengan mekanisme kamera pop-up di Find X. Bahkan, brand smartphone yang masih ‘kerabat’ OPPO yaitu Vivo secara khusus justeru menghadirkan kamera pop-up selfie dengan konsep serupa.

Hanya saja, andai di Vivo V15/V15 Pro Vivo menjejalkannya dengan kamera selfie pop-up 32 MP, OPPO F11 Pro melulu berkekuatan 16 MP dengan diafragma f/2.0. Meski begitu, kamera ini disokong AI Beauty camera sangat baru yang bisa mengidentifikasi titik wajah lebih tidak sedikit lagi (total selama 137 titik wajah). Lewat pertolongan kecerdasan produksi (AI), kamera depan ini pun dapat mendeteksi obyek menurut usia, jenis kelamin, warna dan jenis kulit tergolong dapat mempercantik wajah cocok karakter yang spesifik. Kemampuan ini tidak melulu berlaku guna selfie sendirian tapi pun group selfie loh.

Review Honor 8A: Tawarkan Harga Murah, Fitur Gak Setengah-setengah

Review Honor 8A: Tawarkan Harga Murah, Fitur Gak Setengah-setengah

Honor Indonesia menjual smartphone murah terbarunya guna pasar ponsel tanah air. Diberi nama Honor 8A, ponsel ini menjadi penantang baru di segmen 1 jutaan, muncul dengan menawarkan pelbagai fitur yang unik dengan kombinasi spesifikasi yang lumayan menggoda. Penjualan Honor 8A diakomodasi oleh retail online ternama dengan mengadopsi penjualan dengan cara flash sale.

Tersedia dengan harga sah Rp 1.899.000, smartphone ini dipasarkan dengan harga yang lebih murah dengan cara flash sale ini yaitu 1.699.000. Yang lumayan menarik merupakan, walau sudah mempunyai harga flash sale yang lumayan murah, konsumen masih dapat mendapatkan ekstra potongan harga sebesar 50 ribu rupiah dengan memakai kode promo khusus.

Menawarkan tampilan desain yang kekinian dibungkus dengan chipset teranyar besutan Mediatek, perlengkapan ini pun memberikan garansi kinerja yang mumpuni guna mengakomodasi kegiatan pemakai mulai dari gaming, fotografi, multimedia dan tanpa adanya kendala. Namun, apakah smartphone ini benar-benar mempunyai kinerja yang baik guna semua kegiatan tersebut. Bagi mengetahuinya simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Paket Penjualan: Handset, Charger, Kabel Data Micro-USB, Buku Manual, Sim Ejector

Warna: Starry Black, Ocean Blue
Harga: Rp 1.899.000 (3/32GB)

Honor 8A muncul dengan membawa tampilan desain yang kekinian. Meski mempunyai banderol harga yang terjangkau, smartphone ini muncul dengan desain yang kokoh dan menyerahkan kenyamanan dalam genggaman. Material bodi yang tertanam, pada unsur depan perangkat, Honor 8A dibungkus dengan material kaca yang telah dilapisi dengan pelindung kaca. Sementara guna bagian belakangnya, kover bodi smartphone ini menenggelamkan material plastik polycarbonat dengan 2 variasi warna yang berbeda. Hal ini lumayan unik, dimana tren smartphone ketika ini sudah tidak sedikit yang mengadopsi kover bodi belakang dengan warna gradasi.
Kover bodi belakang pada Honor 8A mengadopsi 2 warna yang bertolak belakang yakni doff dan glossy. Unit Honor 8A yang PULSA gunakan ialah warna biru metallic pada sisi kanannya dan biru doff di sisi kirinya. Pada unsur warna biru doffnya, tertanam logo honor di unsur bawah dan lensa kamera belakang yang ditemani dengan lampu flash LED. Tidak ada sensor sidik jari di unsur belakang perangkat. Hal ini lumayan dimaklumi berhubungan harga jualnya yang lumayan terjangkau dikelasnya.
Berkat tampilan kombinasi dua warna ini menciptakan perangkat ini tidak licin ketika digunakan. Sayangnya, kover bodi belakang yang mempunyai warna glossy paling rentan terhadap goresan. Selain tersebut dalam paket penjualannya tidak ada casing ekstra yang menciptakan pemakai mesti pulang merogoh kocek guna membelinya.
Masih dari material bodi yang ditanamkan, Honor 8A pun membenamkan frame yang tercipta dari metal pada sisi perangkatnya. Hal berikut yang menciptakan perangkat ini terasa kokoh ketika digenggam. Kembali ke unsur depan, Honor 8A muncul dengan kaca sentuh berukuran 6.09 inci dengan poni mungil di unsur atasnya yang menanam lensa kamera depan yang mempunyai resolusi 8 megapiksel. Di atas perangkat, ada lubang jack audio 3.5mm, sedangkan di unsur bawahnya tersemat lubang microUSB 2.0 dan lubang speaker pada sisi kiri dan kanannya. Sementara pada sisi kanan ada tombol power yang ditemani dengan tombol volume. Sedangkan pada sisi kiri ada 2 lubang simcard dan slot kartu microSD yang muncul secara terpisah.
Ukuran layar Pas guna Semua Aktivitas
Tersedia dengan harga promo Rp 1.699.000, Honor 8A beredar di pasaran dengan membawa panel layar berteknologi IPS dengan ukuran 6.09 inci. Di samping itu, perlengkapan ini pun mempunyai rasio layar 19.5:9 dan pun resolusi layar 720×1560 piksel yang mempunyai kerapatan layar menjangkau 283ppi. Kualitas layar yang tertanam terbilang lumayan tajam dengan saturasi warna yang pas dan tingkat kecerahan baik yang menyerahkan kenyamanan untuk pemakai dalam memakai smartphone ini.

Tak jauh bertolak belakang dengan smartphone besutan Honor lainnya, 8A pun dibekali dengan fitur perlindungan mata yang telah mendapatkan sertifikat TUV Rheinland, yang dianggap dapat meminimalisir emisi cahaya biru untuk meminimalisir resiko kehancuran mata dari penyampaian cahaya dalam pemakaian jangka panjang. Menariknya lagi, poni yang tertanam pada unsur atas dapat disembunyikan andai pemakai jenuh dengan tampilan yang ada. Opsi ini lumayan menarik dimana, vendor ponsel telah mulai menghilangkan tampilan poni pada perlengkapan smartphone terbarunya.
Hadir pula mode tampilan simpel yang sangat sesuai untuk dipakai para orang tua yang telah mempunyai pandangan yang tidak cukup baik. Tampilan simpel ini melulu menampilkan fitur utama dari perlengkapan ini dan dapat disesuaikan dengan keperluan pemakai. Apiknya lagi dengan tampilan simpel ini ukuran fontnya terlihat lebih banyak yang menyerahkan kemudahan untuk pemakainya.

EMUI 9 berbasis Android 9.0 Pie

Beralih ke sisi antarmukanya, Honor 8A muncul dengan kustom EMUI 9 berbasis Android 9.0 Pie. EMUI 9 ini menghadirkan cukup tidak sedikit fitur yang dapat memaksimalkan perangkatnya. Mulai dari sensor pemindai wajah yang bekerjasama dengan kamera depan yang ditanamkan. Tertanam pula mode gesture laksana menghidupkan layar melulu dengan mengusung perangkatnya saja. Namun fitur gesture yang tertanam terbilang paling terbatas.
Honor 8A mengadopsi tampilan layar utama tanpa dibekali dengan jendela aplikasi, semua software yang tertanam terdapat pada layar utama. Di samping itu, terdapat software tambahan yang telah tertanam dalam paket penjualannya seperti software e-commerce dan game yang ketika ini tengah menjadi polemik yakni PUBG.
Kinerja Pas guna Bermain Game
Di Indonesia, Honor 8A menjadi smartphone kesatu yang memakai chipset teranyar keluaran Mediatek yaitu Helio P35. Chipset ini dianggap mempunyai kinerja yang baik plus manajemen daya yang menyerahkan daya tahan baterai yang lebih lama. Chipset ruang belajar bawah ini terbilang lumayan menarik. Ditanamkan pada Honor 8A, chipset ini dapat mengakomodasi keperluan gaming pemakai. Sebagai buktinya, PULSA memainkan game PUBG diperangkat ini tanpa adanya hambatan, game-game lain laksana Asphalt Extreme, Asphalt 9, Freefire juga dapat dimainkan pada game ini.
Dengan keterampilan yang dipunyai Honor 8A menjadi opsi yang menarik. Tak hanya dipakai bermain game, pengujian kinerja perlengkapan ini pun menggunakan software benchmark. Namun dari 4 software benchmark yang biasa PULSA gunakan, melulu GeekBench 4 saja yang dapat berjalan normal. Hal ini lumayan membingungkan, namun urusan tersebut tidak terlalu dominan pada kinerja nyatanya.
Salah satu hal yang menyerahkan perangkat ini mempunyai kinerja yang baik ialah dukungan RAM sebesar 3GB dan memory internal 32GB yang ditanamkan. Berkat besaran RAM yang ditanamkan, perlengkapan ini mampu dipakai dalam beragam kegiatan dalam masa-masa yang bersamaan tanpa adanya hambatan.

Beralih ke kinerja sumber daya, Honor 8A diketahui menenggelamkan baterai berkapasitas 3020 mAh. Meski tidak terlampau besar, kapasitas baterai yang ditanamkan sudah dapat digunakan dengan kegiatan normal dalam masa-masa yang lumayan lama. Sementara untuk kegiatan gaming, penurunan persentase baterai paling signifikan.
Kamera
Singgah ke sektor kamera, Honor 8A melulu dibekali dengan satu lensa kamera pada unsur belakangnya. Hal ini lumayan disayangkan, sebab tren smartphone ketika ini sudah memakai lebih dari satu lensa pada unsur belakang perangkatnya. Meski melulu membenamkan satu lensa kamera saja, hasil kamera yang diperoleh terbilang lumayan menarik. Honor 8A yang menenggelamkan kamera belakang beresolusi 13 megapiksel dengan bukaan lensa f/1.8 dapat menghadirkan kualitas potret yang baik meski dipungut dengan situasi cahaya yang minim. Dengan bukaan lebar yang dimilikinya, perlengkapan ini dapat menyerap cahaya yang lebih banyak. Di samping itu, kamera belakang yang tertanam telah dibekali dengan keterampilan autofokus yang cepat (PDAF). Hal ini lumayan membantu pemakai dalam mengabadikan momen dalam masa-masa yang lebih cepat.
Sementara guna kamera depannya, Honor 8A muncul dengan kamera depan yang mempunyai resolusi 8 megapiksel dengan bukaan lensa f/2.0. Kualitas kamera depan yang ditanamkan terbilang pas-pasan sebab untuk menemukan hasil potret selfie yang jernih diperlukan pencahayaan yang banyak. Hal ini lumayan mengganggu saat pemakai mengabadikan momen selfienya di dalam ruangan. Foto selfie yang dilaksanakan dalam ruangan cahaya yang baik dapat menghasilkan kualitas potret yang bening dan tajam. Namun bila dilaksanakan dengan situasi cahaya minim hasilnya sarat dengan noise dan tidak jernih.

Review Samsung Galaxy A30: Buka Jalan Layani Segmen Lebih Luas

Review Samsung Galaxy A30: Buka Jalan Layani Segmen Lebih Luas

Menyusul Galaxy M Series yang mengawali debutnya tahun ini, Samsung menghadirkan anggota teranyar dari Galaxy A Series yang telah memiliki kisah lebih panjang semenjak 2014 lalu. Rangkaian Galaxy A Series dilanjutkan dengan kehadiran 4 varian teranyar sekaligus. Keempat varian terbaru Galaxy A Series tersebut ialah Galaxy A50, A30, A20 dan A10.

Kumpulan panjang itumewakili lebarnya bentang segmenharga yang dipenuhi oleh susunan Galaxy A Series ini. Wajar saja, karena salah satu dalil dihadirkannya ponsel-ponsel ini, yaitu untuk memenuhi ruang yang ditinggalkan Galaxy J Series yang sudah dihentikan produksinya.

PULSA juga langsung berpeluang untuk menjajal di antara Galaxy A Series sangat gress ini, tepatnya Galaxy A30. Dan berikut pembahasan PULSA.
Spesifikasi Galaxy A30:

Dimensi & Berat (mm&gram)

Baca Juga: Samsung Banjiri Pasar Ponsel Tanah Air dengan 4 Smartphone Terbarunya

158.5 x 74.7 x 7.7 mm / 165gram

SIM & Jaringan

Baca Juga: Vivo Mitra Official PUBG Mobile Club Open Indonesia 2019
Dual SIM, 4G LTE/HSPA+/3G/2G

Sistem Operasi (OS)

Android9(Pie)+ Samsung One UI 1.1

Supported storage eksternal

microSD up to 512 GB (slot khusus)

Layar inci – Tipe Screen

6.4 inci, ~84.9% screen-to-body ratio, 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~403 ppi density), Super AMOLED, Corning Gorilla Glass 3

Prosesor/ CPU

Exynos 7904 Octa (14 nm); Octa-core (2×1.8 GHz Kryo 260 Gold & 6×1.8 GHz Kryo 260 Silver), GPU Mali-G71 MP2

RAM & Internal Storage

4GBRAM/ 64GBROM

Kamera (MP/fitur)belakang/depan

Belakang: Dual: 16 MP(f/1.7, PDAF) + 5 MP (f/2.2, 12mm, ultrawide), LED flash, panorama, HDR

Video: 1080p@30fps

Depan:16MP (f/2.0) HDR, 1080p@30fps

Baterai jenis (jenis)

4000 mAh(non-removable)

Paket Penjualan: Handset, Charger, Kabel Data USB Type-C, Buku Manual, Sim Ejector

Warna: Blue, Black, White

Harga: Rp 3.399.000 (4/64GB)

Desain
Seperti diketahui, Samsung adalahsatu-satunya vendor yang seolah alergi guna mengadopsi desain layar berponi. Hal itu bertahan paling tidak sampai akhir tahun lalu, ketika Samsung memperkenalkan pilihan desain untuk Infinity Display andalannya. Kala tersebut Samsung mengenalkan desain baru yang dinamakan sebagai infinity-U, infinity-V dan infinity-O.
Setelah mengaplikasikan layar berponi kesatunya pada Galaxy M Series, Samsung juga meneruskan pengadopsian desain berponi pada ponsel ruang belajar menengah bawah, tergolong Galaxy A30 ini. Bedanya Galaxy M20 yang PULSA uji sebelumnya memakai desain infinity-V, sedang ponsel ini dibekali infinity-U yang sejatinya melulu mempunyai perbedaan yang paling minim pada format poni.

Di balik ke sisi belakang, PULSA diingatkan dengan desain kepunyaan Galaxy M20 yang PULSA uji sejumlah waktu lalu. Samsung menempatkan lensa dual kamera sebagai kamera utama ponsel ini di lokasi kiri atas bareng lampu flash, serta pemindai sidik jari yang dibentuk vertikal bareng logo Samsung di lokasi tengah.

Perbedaan terlihat pilihan warna yang dipunyai Galaxy A30. Ponsel ini tampak lebih mewah dikomparasikan Galaxy M20 yang melulu menampilkan warna datar (plain), sedangkan ponsel ini mempunyai sajian warna yang lebih unik dengan efek kilauan dinamis, khususnya pada unit berwarna biru laksana yang PULSA uji. Pemindai sidik jari pada Galaxy A30 terlihat berwarna senada dengan area beda di sisi belakang, dikelilingi dengan aksen logam yang membuatnya gampang dikenali oleh ujung jari telunjuk pemakai.
PULSA pun terkesan dengan alangkah tipisnya ponsel ini kendati membawa beterai berkapasitas tinggi yang menjangkau 4000mAh. Samsung telah membekali ponsel ini dengan konektifitas USB Type-C yang ditaruh di sisi bawah bareng port audio 3.5mm, lubang mic dan grill loudspeaker.

Sedang sisi kanan ditempati oleh pengatur volume suara dan tombol daya. Dan di sisi berseberangan, terdapat tray kartu SIM yang dapat memuat 2 nano SIM bareng sebuah kartu memory microSD.
Infinity-U
Akhir tahun lalu, tepatnya di mula November, Samsung memberitahukan bahwa pihaknya mengembangkan desain layar baru yang dinamakan dengan infinity-U, infinity-V dan infinity-O.

Infinity-Omemulai debutnya pada Galaxy A8s, yang disusul dengan pasangan M20 dan M10 yang membawa Infinity-V. Hingga lantas desain Infinity-U pun muncul pada Galaxy M30 yang dilanjutkan pada ponsel ini dan saudara dekatnya A50.
Meski selisih harga yang dipunyai ponsel ini lumayan dekat dengan Galaxy M20 tetapi di sektor layar terdapat perbedaan yang lumayan signifikan pada ponsel ini, yakni pemakaian panel layar Super AMOLED khas Samsung. Panel layar ini mempunyai karakeristik tampilan warna yang lebih vivid (cerah) serta warna hitam lebih pekat dibanding pada panel IPS. Di samping itu, dengan pemakaian tema dan wallpaper berwarna gelap, pemakai dapat menghemat daya dengan lebih optimal.

Panel Super AMOLED pun memungkinkan ponsel ini guna mempunyai fitur Always On Display (AOD) yang akan memperlihatkan informasi waku dan notifikasi ketika layar terkunci. Menariknya lagi, fitur AOD pada One UI yang dipunyai A30 ini menyerahkan pilihan tampilan jam yang paling beragam. Setidaknya terdapat 16 jenis tampilan jam guna fitur AOD secara default. Pengguna bahkan dapat mengunduh opsi tampilan AOD lainnya dari Galaxy Themes. Tersedia ratusan opsi mulai dari yang cuma-cuma hingga yang berbayar.

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Review Huawei P30 Pro: Ubah Konsep Kamera, Bawa Lensa Prisma dan Sensor Lebih Peka Cahaya

Melanjutkan tujuan seri P Huawei sebelumnya, P30 Pro muncul dengan tetap menjaga superioritas pada kamera, serta desain ala flagship yang tetap mempesona. Setelah diperkenalkan secara resmi melewati sebuah acara yang dilangsungkan di Paris Perancis 26 Maret lalu, Huawei P30 Pro akan dipasarkan resmi dengan membuka pre-order tanggal 12 April mendatang di Tanah air.

Tak butuh lama, PULSA mendapatkan peluang menjajal satu varian yang akan diluncurkan di Indonesia. Yakni Huawei P30 Pro dengan konfigurasi Internal 256 GB dan RAM 8 GB. Memiliki warna back cover “siang” yang adalahperpaduan biru muda, biru tua dan putih, diandalkan akan mendampingi satu opsi warna lain yaitu Aurora (warna “malam”). Sementara, guna yang Amber Sunrise (warna pagi), PULSA belum mendapat kepastian apakah pun akan diluncurkan di Indonesia.
Tampil Elegan dan Cenderung Licin

Membawa bentangan layar 6,47 inci, kita mungkin beranggapan bahwa produk ini bakal terasa besar di genggaman. Tapi nyatanya tersebut salah. Karena rasio 19.5:9, maka semua bagian permukaan ponsel ialah layar. Kecuali unsur kamera di bentukan cucuran embun di unsur atas. Alhasil ponsel ini terasa layaknya ponsel biasa.
Satu urusan yang barangkali akan dikeluhkan pemakai baru Huawei ialah jarak mengarah ke ujung atas layar agak jauh dan sulit dicapai dalam pemakaian satu jari. Ini ialah masalah umum perlengkapan Android dengan layar penuh. Beruntung terdapat one hand mode di EMUI yang akan meminimalisir masalah ini. Atau Anda dapat gunakan dua tangan supaya bisa lebih nyaman.
Karena bagaimanapun, backcover ponsel ini terasa tidak banyak licin. Memegangnya dengan dua tangan bakal terasa lebih aman. Atau pakai casing ekstra yang tidak meminimalisir pesona warna gradasinya.

Dengan memakai layar sarat dan mengurangi desain poni dew drop, sejumlah fitur sengaja ditaruh di balik layar. Teknologinya ada, dan dapat bekerja, kenpa tidak? Teknologi tersebut antara lain, sensor sidik jari. Diletakkan di balik layar di sepertiga unsur bawah. Teknologi ini telah diimplementasikan di Huawei Mate 20 Pro.
Dengan empiris di Mate 20 Pro, maka kami sudah meyakinkan bahwa kinerja sensor sidik jari di P30 Pro lebih baik sejumlah persen ketimbang di Mate 20 Pro.
Berikutnya ialah speaker earpiece. Beberapa produk menyematkannya di unsur atas lensa kamera. Namun di P30 Pro, earpiece dihilangkan. Membenamkan speaker di bawah layar, suara bakal dirambatkan melewati layar. Huawei menyebutnya sebagai Huawei Acoustic Display Technology.

Performanya oke. Suara tidak tersiar terlalu keras, sehingga percakapan akan tetap menjadi privasi Anda, dan lawan bicara.

Layar OLED dan EMUI Kekinian

Beralih lebih konsentrasi ke unsur display. Ponsel ini membawa layar jenis OLED dengan resolusi 1080 x 2340 pixel. Lebih kecil dari Mate 20 Pro, tetapi memungkinkan dua teknologi under display Huawei berlangsung dengan baik.

Meski tercatat memakai resolusi yang lebih kecil, fitur-fitur OLED yang diangkut Mate 20 Pro kembali muncul di ponsel ini. Sebut saja teknologi HDR10 untuk menyaksikan konten dengan lebih baik dan teknologi warna yang sudah memakai DCI-P3. Memungkinkan lebih tidak sedikit variasi warna yang dikenali oleh mata pemakainya.

Soal keterampilan OLED lain, yang barangkali Anda telah ketahui sebelumnya, seperti tingkat hitam yang tinggi serta efektivitas pemakaian daya yang lebih oke, pasti berlaku pun pada layar P30 Pro ini.

Jenis layar laksana ini pun memungkinkan Huawei P30 Pro menghilangkan bezel di sisi kanan dan kiri, walau layar tidak diciptakan sampai meluber ke unsur tepi alias ala-ala layar edge di produk pesaing. Pada awal-awal pemakaian, layar unsur tepi ini terasa gampang mengidentifikasi sentuhan yang tidak disengaja. Semisal ketika memegangnya dengan satu tangan. Tapi seiring berjalannya masa-masa pemakaian, anda akan tahu titik aman, nan optimal untuk meminimalisir masalah ini.

EMUI 9.1 berbasis Android 9 (Android Pie) yang dipakai juga sudah meluangkan opsi untuk meminimalisir salah identifikasi sentuhan, melewati pilihan Mistouch prevention. Ditambah sebanyak pilihan one hand mode, akan menambah kenyamanan saat memakai ponsel ini.
Menggunakan sistem navigasi apapun, apakah tersebut menggunakan Navigation Dock, Three key maupun Gestures, menjelajahi fitur dan software di ponsel ini relatif nyaman. Meskipun untuk sebagian orang tampilan EMUI dirasakan sedikit kaku.

Chipset 7nm

Saat Mate 20 Pro diperkenalkan, Kirin 980 adalahpemain solo di kelompok chipset 7nm. Sekarang pesaingnya sudah lumayan banyak. Tapi kehadirannya yang lebih mula menjadi handicap Hi-Silicon untuk membetulkan kinerjanya di produk terbaru.

Hal yang sangat dirasa ialah berkurangnya suhu pada ketika ponsel bekerja keras. Semisal bermain PUBG atau game-game beda dengan grafis yang demanding. Bagian back cover tidak terasa hangat, melulu sedikit penambahan suhu yang normal, namun masih di bawah suhu yang dilepas oleh Mate 20 Pro. Teknologi pengasingan panas yang lebih rapi ini dinamakan sebagai Huawei SuperCool.

Namun saat diukur melewati aplikasi-aplikasi benchmarking laksana biasa, angkanya masih tidak banyak di bawah Huawei Mate 20 Pro.

Tapi tidak boleh khawatir. Aman rasanya bilamana PULSA menyinggung bahwa kinerja P30 Pro dengan Mate 20 Pro serupa antara satu dengan yang lain. Nah soal mengapanya, apakah sebab pemakaian peredam panas yang lebih baik di P30 Pro, atau memang fokus Huawei yang lebih condong ke sisi imaging (kamera dan display) di P30 Pro? Kami hanya dapat menebak saja.

Intinya, kinerja chipset P30 Pro adalahstandar ruang belajar flagship. Ia mempunyai efisiensi untuk pemakaian daya yang lebih irit secara signifikan, kinerja yang mumpuni, keterampilan AI yang lebih baik dengan dual NPU nya dan sokongan terhadap kecepatan koneksi yang lebih up to date. Perlu dikenang bahwa di produk P30 Pro ini pun telah membawa sistem kamera yang baru. Hal ini tentu memerlukan penyesuaian di sisi prosesing dan efisiensi.

Menariknya, produk P30 Pro yang kami review, pun adalahproduk yang akan dirilissecara sah di Indonesia, sudah diperkuat oleh RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Sebuah angka yang menjanjikan. Karena di atas kertas, kombinasi chipset dengan sokongan memori laksana ini akan mempermudah kehidupan berponsel kita.

Itu juga belum anda masukkan update aplikasi GPU Turbo yang secara pre-install sudah muncul untuk menambah pengalaman pemakai dalam bermain game.

Perubahan-Perubahan di Sisi Kamera

Nah unsur kamera ini yang sangat seru guna dikupas. Seperti yang sudah kita ketahui, semenjak P9, Huawei berkolaborasi dengan pabrikan kamera Leica dalam mengembangkan sensor dan algoritma pemungutan gambarnya. Dan masing-masing produk baru pasti membawa peningkatan fitur, tak terkecuali di Huawei P30 Pro ini.

Perubahan kesatu, yang terlihat ialah hadirnya 4 kamera di unsur belakang, 3 tersusun memanjang dari atas ke bawah, dan satu lagi ditaruh di bawah flash. Satu kamera yang menduduki titik sangat atas adalahkamera 20MP ultrawide angle (16 mm) f2.2. Sementara di bawahnya terdapat 40MP wideangle lens (27mm) f1.6.

Sedangkan dua kamera lain, yaitu yang sangat bawah di kumpulan yang tersusun memanjang ini, ialah kamera baru yang memakai teknologi periskop. Desain laksana ini telah diperkenalkan kesatu kali semenjak MWC 2017 kemudian oleh vendor pesaing. Sebagai penyelesaian untuk menemukan gambar yang solid menggunakan sejumlah tumpuk lensa yang tersusun menyamping, sampai-sampai tidak menciptakan ponsel jadi tampak gendut. Lalu untuk menciduk gambar sampai sampai ke sensor melewati tumpukan lensa tersebut, maka mereka memakai kaca prisma yang bakal membelokkan cahaya ke arah samping, dimana tumpukan lensa dan sensor berada.

Dengan semakin tidak sedikit lensa yang tercebur dalam pemungutan gambar melewati kamera ini, maka saya dan anda bisa melakukan perbesaran gambar yang setara dengan perbesaran optical. Dimana kualitas potret dapat dijaga meski merasakan perbesaran. Dalam urusan ini Huawei P30 Pro dapat menangkap gambar dengan perbesaran 5X secara optical, 10X hybrid dan sampai 50 X secara digital.
Lalu yang terakhir terdapat kamera ToF Depth sensing, singkatan dari Time of Flight. Merupakan sensor kamera untuk memisahkan jarak antara obyek utama dengan latar belakang. Secara teori, potret portrait yang dapat dihasilkan oleh ponsel ini akan menunjukkan gambar bokeh yang lebih halus tanpa tampak artifisial.

Percobaan yang kami lakukan lumayan untuk menjelaskan makna penting hadirnya kamera ini dalam menambah kualiatas potret portrait di Huawei seri P.

Lalu masih di urusan pemungutan gambar, secara spesifikasi kamera P30 Pro telah bisa tidak sedikit bicara soal kemampuannya menciduk cahaya. Bukaan kamera utamanya ialah f/1.6. Tapi tersebut saja belum cukup, Huawei P30 Pro pun adalahproduk kesatu Huawei yang memakai sensor RYYB (red yellow yellow blue) menggantikan sensor RGGB (red green green blue).
Mengganti filter berwarna hijau dengan kuning, bakal meningkatkan keterampilan sensor dalam menciduk lebih tidak sedikit warna hijau dan merah ke dalam spektrum warna yang terlihat. Ini akan menambah kapasitas cahya yang masuk, sampai 40 % lebih banyak.

Kamera Huawei P30 Pro sekarang mempunyai ISO yang besar, yaitu 409.600 (empat ratus sembilan ribu enam ratus).

Di sisi perekam video, ponsel ini sudah dapat merekam video dalam resolusi 4K UHD, FHD+ (19.5:9), FHD 60 fps (16:9), FHD, FHD+ (21:9 cinematic), HD+ (21:9 cinematic) dan HD 720p (16:9). Lengkap! kita tak butuh khawatir saat menggunakannya sbeagai perangkat untuk mengerjakan VLOG-ing.

Baterai

Demi mengawal kinerjanya sepanjang hari, P30 Pro sudah dilengkapi baterai berkapasitas tinggi, 4200 mAh yang menyokong Huawei Super Charging, sampai-sampai mengisinya pulang penuh tidak lagi jadi masalah. Perlu disalin bahwa teknologi Super charge ini bertolak belakang dengan teknologi pengisian cepat ponsel lain, sampai-sampai adapternya juga harus disesuaikan. Alias mesti memakai adapter bawaan yang kompatibel.

Ponsel ini pun mendukung pengisian daya secara nirkabel, alias wireless. Tapi anda harus melakukan pembelian charger wirelessnya secara terpisah guna merasakan keterampilan ini. Nah, yang menarik, keterampilan wireless charging ini mempunyai sifat reverse atau terbalik.

Artinya, P30 Pro juga dapat digunakan untuk memenuhi daya perlengkapan lain yang menyokong proses pengisian daya tanpa kabel laksana ini (Qi).

Kesimpulan

Pengguna Huawei seri P lawas yang hendak mengupdate perangkatnya barangkali akan paling galau menyaksikan teknologi-teknologi yang diangkut oleh P30 Pro. Tidak melulu menyediakan satu anak tangga, produk ini pun membawa sebanyak perbaikan yang lumayan signifikan di ruang belajar flagship.

Soal kamera, ponsel ini telah terbukti rapi dengan menemukan nilai DXOMark yang sangat tinggi untuk ketika ini. Demikian pun menurut tes kami di Tabloid PULSA. Curi start dengan membawa teknologi periskop menjadi poin urgen yang menciptakan kami kepingin cepat-cepat mereview. Hasilnya tidak mengecewakan, khususnya di perbesaran secara optik